Kerjasama Ekonomi Jepang-RI Diprioritaskan Soal Investasi
Selasa, 19 Apr 2005 12:32 WIB
Jakarta -
Indonesia akan menggiatkan investasi dari Jepang dengan mengadakan Economic Partnership Agreement (EPA) sebab selama ini ada tendensi investasi Jepang di Indonesia semakin menurun."Investasi menjadi prioritas dilakukannya EPA karena Jepang yang merupakan trading partner Indonesia kedua menunjukan trend penurunan investasi," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu usai membuka seminar On Economic Partnership Agreement (EPA) Indonesia-Japan di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (19/4/2005).Hubungan dagang Indonesia-Jepang selama ini memang cukup baik, terutama lebih banyak dalam bentuk perdagangan sumber daya alam seperti gas dan mineral. "Untuk SDA kita memang kuat, kita inginnya diversifikasi, namun untuk manufakturing perdagangannya tidak sebesar yang kita harapkan," ujarnya.Secara umum selama enam tahun terakhir investasi dari Jepang berkurang bahkan ada beberapa perusahaan Jepang hengkang dari Indonesia.Menurut Mari Pengestu kunci utama dalam EPA adalah investasi karena meningkatnya investasi berarti juga meningkatnya perdagangan maupun jaringan produksi Jepang di wilayah Indonesia.Data Januari-Oktober 2004 menunjukkan nilai ekspor Indonesia ke Jepang sebesar US$ 6,9 miliar sedangkan impor sebesar US$ 4,9 miliar sehingga terjadi surplus sekitar US$ 2 miliar."EPA telah masuk ke pra-langkah negosiasi dan Indonesia hampir selesai melakukan joint study. Diperkirakan untuk negasiasi butuh waktu 1-2 tahun," jelasnya.Mari Pangestu menjelaskan EPA merupakan tindaklanjut pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Perdana Menteri Jepang pada saat pertemuan APEC di Cili. "Saya juga telah melakukan pertemuan tingkat menteri untuk joint study dampak ekonomi EPA secara makro maupun mikro," tegasnya.
(san/)










































