Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance pada Jumat (17/3/2017), kakao impor yang masuk sepanjang periode Januari-Februari 2017 sebesar 31.540 ton dengan nilai US$ 84,19 juta.
Impor bahan baku cokelat ini paling besar berasal dari Kamerun dengan volume 9.593 ton (US$ 25,17 juta), Ekuador sebesar 7.125 ton (US$ 18,29 juta), Malaysia sebesar 6.399 ton (US$ 17,88 juta), Pantai Gading sebesar 5.384 ton (US$ 14,76 juta), dan sisanya berasal dari negara lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, produksi kakao nasional per tahun saat ini sekitar 450.000 ton dengan luas lahan sekitar 950.000 hektar. Sentra-sentra kakao paling besar tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Lampung. (idr/dna)










































