"Padi, jagung dan kedelai sudah mapan, tahap berikutnya masalah peternakan, kami ingin sapi lokal yang ada selama ini bisa memproduksi daging yang lebih banyak. Selama ini, sapi lokal kita hanya bisa menghasilkan rata-rata 250-300 kilogram, dari riset kami lakukan bisa menghasilkan 1 ton daging dengan umur yang sama, 3 sampai 4 tahun, ini hadir karena inovasi," ujar Menristek Dikti Muhammad Nasir, Jumat (17/3/2017) dalam acara Temu Informasi Inovasi Teknologi Pertanian Mendukung Peningkatan Produktivitas dan Percepatan Swasembada Jagung di Kawasan Timur Indonesia di Makassar, di kampus UMI Makassar.
Nasir menambahkan saat ini pihaknya tengah melakukan riset untuk menyiapkan sapi indukan lokal yang tidak kalah kualitasnya dengan sapi jenis eksotik atau sapi limousin. Pihaknya nanti akan bekerja sama dengan Kementan dan perguruan tinggi terkait di seluruh Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nasir juga mengatakan, mereka sudah melakukan inovasi yang bisa menghasilkan padi unggul, yang tadinya kapasitas produksi hanya 6 ton, bisa mencapai 10-12 ton.Tidak hanya itu, kerja sama Kemenristek dan Kementerian Pertanian sudah menghasilkan salah satunya padi varietas unggul IPB-3S yang sudah dikembangkan di sejumlah daerah seperti Indramayu dan Nusa Tenggara Timur.
Sementara menurut Mentan Amran Sulaiman, saat ini ada separuh lahan pertanian dalam negeri, atau sebanyak 4 juta hektar lahan tadah hujan yang hanya ditanami sekali setahun. Namun kalau ditanami 2-3 kali setahun dengan membangun embung atau cekungan penampung air hujan, maka akan terjadi peningkatan petani Indonesia di kisaran Rp 100-200 Triliun/tahun.
"Sesuai arahan bapak presiden, untuk membangun Embung, maka akan tercipta peningkatan pendapatan petani hingga Rp 200 triliun, ini kita kerahkan bersama Kemenristek dan Kementerian Desa," pungkas Amran.
Dalam kegiatan ini turut hadir Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina, Rektor UMI Masrurah, serta anggota konsorsium perguruan tinggi negeri se-Indonesia Timur. (mna/hns)











































