Follow detikFinance
Jumat 17 Mar 2017, 17:29 WIB

Cerita Jokowi Pernah Malu dan Marah Besar Saat Lihat Pos Perbatasan

Dana Aditiasari - detikFinance
Cerita Jokowi Pernah Malu dan Marah Besar Saat Lihat Pos Perbatasan Foto: dok. Sekretariat Kepresidenan
Jakarta - Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, untuk mengatasi kesenjangan pembangunan antar daerah, pemerintah perlu melaksanakan pembangunan dari pinggiran atau yang dikenal dengan Nawacita.

Di depan ratusan Rektor dan mahasiswa se-Indonesia, Jokowi menceritakan pernah sangat malu dan marah besar melihat perbatasan. Makanya pemerintah gencar merealisasikan pembangunan di wilayah perbatasan guna melakukan pemerataan ekonomi tersebut.

"Di perbatasan Entikong, yang berpuluh tahun tak pernah kita urus. Dua tahun yang lalu saat kita ke sana, saya betul-betul malu melihat kantor di seberang, tetangga kita. Saya harus ngomong itu seperti kandang, betul-betul seperti kandang. Tapi sekarang empat kali lebih baik dari tetangga kita," katanya dalam sambutannya pada acara Forum Rektor Indonesia, JCC Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2017) lalu.

Baca juga: Pangling! Begini Penampakan Sebelum dan Sesudah PLBN Entikong Dipercantik
PLBN Motaain di NTT sebelum dirombak JokowiPLBN Motaain di NTT sebelum dirombak Jokowi Foto: Maikel Jefriando

Selain Entikong, wilayah perbatasan lainnya yang telah diselesaikan pengerjaannya adalah Pos Lintas Batas Negara Motaain, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Jokowi bercerita, bagaimana Ia sangat marah saat itu ketika pertama kali melihat kondisi PLBN yang menjadi teras negara Indonesia, tampak kumuh dan jauh kelayakannya dibanding dengan milik Timor Leste.

"Saya nengok di sebelah dengan kita, kayak kantor kelurahan, di sekat-sekat. Saat itu saya marah betul. Saya bilang, dalam dua minggu, ini harus dirobohkan, dan saya minta maksimal dua tahun, gedung ini harus selesai minimal dua kali lebih baik dari yang di sana (negara tetangga). Dan sekarang sudah jadi," tutur Jokowi.

PLBN Motaain sebelum dirombak JokowiPLBN Motaain sebelum dirombak Jokowi Foto: Maikel Jefriando-detikFinance

"Kalau dulu orang kita senangnya foto-foto di sana, sekarang orang sana foto-foto di tempat kita. Kalau Bapak/Ibu enggak percaya, ya silahkan datang ke sana. Dari Atambua ke perbatasan kira-kira 30 menit, kalau mau foto-foto," ujar dia, yang kemudian disambut dengan riuh tepuk tangan hadirin.

Baca juga: 7 Pos Perbatasan dengan Negara Tetangga Dipercantik Tahun Ini

Dan untuk mewujudkan pemerataan di Indonesia, pemerintah juga melakukan pembangunan bandara di wilayah pinggiran. Salah satu bandara yang dibangun adalah bandara di Miangas, Sulawesi Utara.

"Saya Presiden pertama yang datang ke situ. Saat membuka lapangan terbang di sana, ya lapangan terbangnya kecil, runway-nya juga enggak panjang tetapi paling tidak setiap Minggu ada satu pesawat ke sana," jelas dia.
PLBN Nanga Badau sebelum dirombak JokowiPLBN Nanga Badau sebelum dirombak Jokowi Foto: dok. Kementerian PUPR

"Natuna juga sama. Bandara dan terminalnya juga sudah kita perbaiki. Saya kira hal ini lah yang harus dilakukan dengan membangun dari pinggiran," tukasnya. (dna/dna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed