Pasca KAA, Volume Perdagangan Asia Afrika Diharap Naik

Pasca KAA, Volume Perdagangan Asia Afrika Diharap Naik

- detikFinance
Selasa, 19 Apr 2005 14:57 WIB
Jakarta - Volume perdagangan negara-negara Asia Afrika diharapkan bisa meningkat setelah digelarnya Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KTT AA) pada 22-24 April mendatang. Selain itu juga diharapkan ada akses keterbukaan masalah perdagangan yang lebih lebar. Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie atau biasa disapa Ical kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (19/4/2005)"KAA itu bukan hanya dihadiri oleh negara berkembang, tapi juga negara maju di Asia seperti Jepang dan Cina. Kita berharap meningkatkan perdagangan yang lebih besar dan juga ada perdagangan yang lebih mudah dan jauh lebih murah diantara negara-negara Asia Afrika," kata Ical.Ical mengungkapkan, untuk negara Jepang dan Cina, Indonesia dalam KTT AA akan melakukan perjanjian bilateral mengenai rencana investasi kedua negara tersebut di Indonesia. Khusus untuk Jepang, kata Ical, diharapkan apa yang direncanakan dalam pertemuan tingkat tinggi antara pemerintah, swasta, Jepang dan Indonesia bisa direalisasikan. Sedangkan bagi Cina, lanjut Ical, diharapkan pemerintah Cina memberikan tambahan soft loan dalam jumlah yang besar untuk kerjasama di bidang ekonomi yakni sektor energi, infrastruktur, perkebunan dan juga teknologi termasuk alat-alat militer. "Yang membiayai adalah bank-bank Cina dan perusahaan Cina. Kita harapkan hal yang sama bisa diterapkan dengan Singapura dan Malaysia karena mereka tergabung dalam negara Asia Afrika juga," tukasnya.Dalam kerjasama antara Indonesia dan Cina, Ical menegaskan, pemerintah hanya berlaku sebagai fasilitator atau perantara, sementara pelakunya adalah dari kalangan pengusaha. "Jadi yang melakukan kerjasama adalah pengusaha, bukan pemerintah," tegasnya.Saat ditanya wartawan apakah sudah ada komitmen dari negara-negara Asia Afrika untuk melakukan investasi di Indonesia, Ical mengaku sejauh ini belum mengetahui secara pasti. Namun menurutnya, jika memang berinvestasi, pasti jumlahnya besar. Proyek-proyek yang akan ditawarkan dalam KTT AA itu, kata Ical, merupakan proyek-proyek yang ada dalam infrastructure summit sebelumnya. "Bulan Mei mungkin baru tahu dari Jepang. Kalau dari Cina sudah ada satu proposal. Yang spesifik saya belum tahu, tapi nilainya lebih besar dari Australia," tukasnya. Saat ditanya lagi apakah ada peningkatan ekspor dari Indonesia ke negara Asia Afrika, Ical mengatakan, ekspor Indonesia ke negara Asia Afrika diharapkan bisa 2 kali lipat. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads