Impor tersebut naik jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2016 yakni, sebesar 120.258 ton dengan nilai US$ 99,56 juta. Impor sayuran terbesar berasal dari China, dengan volume 91.593 ton (US$ 106,37 juta), sisanya berasal dari Myanmar, Kanada, Ethiopia, Amerika Serikat, dan lainnya.
Pintu masuknya paling besar melewati Pelabuhan Tanjung Perak dengan volume 87.814 ton, kemudian Tanjung Priok sebanyak 35.157 ton, Pelabuhan Belawan 20.167 ton, Pelabuhan Batu Ampar 2.940 ton, dan Pelabuhan Tanjung Emas 441 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buah impor ini paling banyak masuk melewati Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 103.329 ton, Pelabuhan Tanjung Priok 42.982 ton, Pelabuhan Belawan 10.044 ton, Pelabuhan Tanjung Emas 3.284 ton, dan Bandara Soekarno-Hatta 567 ton.
Produk hortikultura lainnya selain sayuran dan buah, Indonesia juga mengimpor komoditas anggrek. Bunga dengan nama latin orchidaceae ini diimpor dari Thailand dengan volume 3.903 ton senilai US$ 19 ribu, dengan pintu masuk lewat Bandara Soekarno-Hatta. (idr/wdl)










































