Follow detikFinance
Senin 20 Mar 2017, 08:15 WIB

RI Masih Impor Sayuran, Buah, Hingga Anggrek

Muhammad Idris - detikFinance
RI Masih Impor Sayuran, Buah, Hingga Anggrek Foto: Ari Saputra
Jakarta - Meski punya predikat sebagai negara agraris, kebutuhan sayuran dan buah masih diimpor. Seperti dikutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Senin (20/3/2017), impor berbagai jenis sayuran Indonesia sepanjang Januari-Februari 2017 tercatat sebesar 148.216 ton, dengan nilai US$ 148,58 juta.

Impor tersebut naik jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2016 yakni, sebesar 120.258 ton dengan nilai US$ 99,56 juta. Impor sayuran terbesar berasal dari China, dengan volume 91.593 ton (US$ 106,37 juta), sisanya berasal dari Myanmar, Kanada, Ethiopia, Amerika Serikat, dan lainnya.

Pintu masuknya paling besar melewati Pelabuhan Tanjung Perak dengan volume 87.814 ton, kemudian Tanjung Priok sebanyak 35.157 ton, Pelabuhan Belawan 20.167 ton, Pelabuhan Batu Ampar 2.940 ton, dan Pelabuhan Tanjung Emas 441 ton.

Sementara untuk impor buah-buahan di peride Januari-Februari 2017 yakni sebesar 161.402 ton dengan nilai US$ 233,44 juta. Seperti halnya sayur mayur, impor buah terbesar juga paling banyak didatangkan dari China dengan volume 96.737 ton (US$ 137,36 juta), sisanya berasal Thailand, Pakistan, Amerika Serikat, Mesir, dan lainnya.

Buah impor ini paling banyak masuk melewati Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 103.329 ton, Pelabuhan Tanjung Priok 42.982 ton, Pelabuhan Belawan 10.044 ton, Pelabuhan Tanjung Emas 3.284 ton, dan Bandara Soekarno-Hatta 567 ton.

Produk hortikultura lainnya selain sayuran dan buah, Indonesia juga mengimpor komoditas anggrek. Bunga dengan nama latin orchidaceae ini diimpor dari Thailand dengan volume 3.903 ton senilai US$ 19 ribu, dengan pintu masuk lewat Bandara Soekarno-Hatta. (idr/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed