Salah satu hasil dari kunjungan tersebut adalah minat investasi dua perusahaan asal Jerman yang menyatakan minatnya bekerja sama dengan BUMN pertambangan Indonesia untuk menanamkan modal di proyek investasi smelter nickel senilai US$ 800 juta (setara dengan Rp 10,4 triliun dengan kurs Rp 13.000 per dolar AS).
Pria yang akrab disapa Tom itu menyampaikan, kunjungan dilakukan untuk mempromosikan Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi yang atraktif bagi perusahaan Eropa. Beberapa negara yang dikunjungi di antaranya Jerman, Prancis, Swedia, Inggris, dan Denmark.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tom, kunjungan kerja yang dilakukan juga dimanfaatkan untuk bertemu dengan beberapa fund managers maupun perbankan di Jerman.
"Jerman merupakan salah satu negara penting di Eropa yang juga merupakan kontributor utama investasi di Indonesia," jelasnya.
Tom menambahkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia yang relatif stabil ditambah dengan fundamental makro ekonomi yang solid didukung oleh arus FDI yang tinggi merupakan daya tarik investasi utama bagi perusahaan Jerman.
"Tahun lalu FDI yang masuk ke Indonesia mencapai US$ 28,9 miliar, naik 8,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Jerman menyumbang US$ 133 juta dari total nilai FDI tersebut," ungkapnya.
Turut mendampingi dalam kunjungan Kepala BKPM di Jerman tersebut Konjen RI Frankfurt Ibu Wahyu Heruesti, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Himawan Hariyoga, Chief Country Officer Deutche Bank Kunardy Lie dan Managing Director of EKONID (the German-Indonesian Chamber of Industry and Commerce) Jan Rönnfeld.
Aliran penanaman modal dari Eropa yang dalam lima tahun terakhir mengalir ke Indonesia sebesar US$ 13,3 miliar (setara dengan Rp 172,9 triliun dengan kurs rupiah Rp 13.000 per dolar AS). Lima besar investasi dari Eropa yang masuk ke Indonesia adalah dari Belanda, Inggris, Prancis, Luxembourg, dan Jerman.
Dalam kunjungan roadshow-nya ke Eropa tersebut, mantan Menteri Perdagangan RI itu juga bertemu dengan Deputy Secretary-General OECD Douglas Frantz di Paris, Prancis. Selain OECD, Tom juga bertemu dengan beberapa perusahaan Eropa maupun pemerintah terkait.
Roadshow ke Eropa merupakan bagian dari upaya pemasaran untuk mendukung pencapaian target investasi tahun 2017 yang dipatok pada angka Rp 678,8 triliun. (ang/dna)











































