Orang Terkaya India Ini Rumahnya 27 Lantai

Orang Terkaya India Ini Rumahnya 27 Lantai

Maikel Jefriando - detikFinance
Selasa, 21 Mar 2017 17:49 WIB
Orang Terkaya India Ini Rumahnya 27 Lantai
Foto: Reuters
Jakarta - Mukesh Ambani merupakan orang terkaya di India versi Forbes pada 2017. Pria berusia 59 tahun itu memiliki harta senilai US$ 23,2 miliar atau setara Rp 308,5 triliun (kurs Rp 13.300/US$).

Berdasarkan data Forbes, Selasa (21/3/2017), Mukesh pemilik Reliance Industries tersebut sekarang berada pada urutan ke 33 di dunia.

Kekayaan Mukesh sempat tergerus pasca pemerintah India melakukan penarikan pecahan uang tunai 500 dan 1.000 rupee pada akhir tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bisnis Reliance Industries, menurut Forbes terbantu oleh anak usaha di bidang telekomunikasi yaitu Reliance Jio. Ketika peluncuran layanan 4G, perusahaan tersebut langsung memicu perang tarif di India.

Perusahaan induk terhantam cukup terpuruk karena pendapatannya jatuh. Pada kuartal II-2015 lalu, perusahaan ini pendapatannya turun 25%. Perusahaan ini memang merupakan operator kilang minyak dan gas terbesar di India.

Reliance baru saja menjual saham pada perusahaan pipa gas di Amerika Serikat (AS) senilai US$ 1 miliar pada Juli lalu.

Ambani merupakan pecinta film Bollywood atau film asli India. Ia pernah di-drop out dari Stanford University, California, AS. Ia akhirnya membantu sang ayah menjadi pengusaha.

Ambani setiap harinya bekerja sejak pukul 11 siang hingga lewat tengah malam. Sehari, 13 jam ia biasa bekerja.

Terkenal dengan keramahannya Ambani mendirikan Reliance Foundation. Sang istri menjadi pimpinan di yayasan tersebut. Ia mempublikasikan koran pertama dengan huruf Braile di India.

Pada sisi lain, Ambani juga jadi bahan pembicaraan dunia saat membangun gedung pencakar langit di Mumbai untuk kediaman keluarganya. Gedung tingkat 27 itu diperkirakan merupakan hunian termahal di dunia.

Sejumlah surat kabar menyebutkan gedung itu memerlukan sekitar 600 orang untuk perawatan. Harga kediaman taipan di Mumbai itu diperkirakan lebih dari US$ 1 miliar (pada 2012). (mkj/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads