"Udah selesai, dikoordinasikan ke tempatnya Pak Ridwan (Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim). Bappenas sudah selesai, sudah lama on schedule pokoknya," jelas Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Wismana Adi Suryabrata di Grand Hyatt Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (21/3/2017).
Wismana menambahkan, kajian pembangunan tanggul raksasa di utara Jakarta merupakan pembaruan rencana pembangunan. Perlunya dibangun tanggul raksasa pun bukan tanpa alasan, turunnya permukaan tanah di Jakarta yang bisa memperparah banjir rob.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini juga dilakukan untuk menjaga keberlangsungan Jakarta sebagai kota yang layak huni. Terlebih lagi Jakarta merupakan ibukota negara Indonesia.
"Oleh karena itu harus terintegrasi kita lakukan atasi penyebabnya dan menjaga Jakarta ini menjadi kota yang berkelanjutan," kata Wismana.
Dalam tahap awal, pembangunan tanggul raksasa di utara Jakarta dilakukan sepanjang 20 kilometer (km). Untuk itu, peran Kemenko Maritim dalam hal ini dibutuhkan sebagai pihak yang melakukan feasibility study (FS) dan membuat detail engineering design (DED).
"Nanti harus didetailkan FS dan DED karena kita baru buat update masterplan. Itu gambaran besar makronya nanti DED nya," tutup Wismana. (dna/dna)











































