"Dalam IRDP 2015-2019 telah disusun program pembangunan jalan raya baru sepanjang 2.650 Km dan jalan tol sepanjang 1.000 Km, juga dilakukan pengembangan kapasitas jalan eksisting sepanjang 3.073 Km," kata Basuki.
Hal ini disampaikan Basuki dalam pembukaan acara 15th Road Engineering Association of Asia and Australia (REAAA) Conference di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Rabu (22/3/2017). Acara ini dihadiri oleh 700 peserta dari 17 negara anggota REAAA, termasuk Presiden REAAA Hermanto Dardak dan pejabat Pemprov Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: David Saut-detikFinance |
Menteri Basuki menambahkan pentingnya konektivitas antar wilayah dalam rangka meningkatkan daya saing negara. Saat ini berdasarkan Global Competitiveness Index Report 2016-2017, Indonesia berada di urutan 75 dari 138 negara, atau naik lima peringkat dari laporan tahun 2015-2016.
Seluruh rencana pengembangan dimaksud membutuhkan dana Rp 733 triliun, dan Pemerintah hanya dapat memenuhi 37% atau sekitar Rp 268 triliun. Sedangkan 27% lainnya diharapkan dapat dipenuhi oleh Pemerintah Daerah dan 9% lainnya dari BUMN.
Adapun kekurangan 27% yang masih ada, diharapkan dapat dipenuhi oleh pihak swasta dengan mekanisme Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS). Sementara masalah pengadaan tanah yang kerap menghantui pembangunan jalan sekarang telah dipermudah melalui UU No 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah.
"Kami sudah menerbitkan serangkaian peraturan untuk menumbuhkan iklim investasi, seperti aturan dukungan pemerintah, jaminan pemerintah, fasilitas pajak, termasuk hal yang sering menghambat selama ini yaitu pengadaan tanah," ujar Basuki.
Menurut Menteri Basuki, forum konferensi internasional REAAA sendiri, merupakan sarana yang tepat dalam rangka para ahli pembangunan jalan berdiskusi dan saling berbagi ide. Termasuk berbagi pengalaman praktis dan teknologi baru, serta kebijakan publik terkait investasi jalan.
"Saya berharap kita bisa meningkatkan lagi peran KPS di kalangan anggota REAAA, dalam rangka menjawab peluang pembangunan infrastruktur khususnya di kalangan negara berkembang," ucap Menteri Basuki.
Foto: David Saut-detikFinance |
REAAA adalah asosiasi para pembangun jalan dari berbagai negara. Pertama kali didirikan di Malaysia, tanggal 15 Juni 1973. REAAA didirikan untuk mengembangkan disiplin keilmuan dan praktek pembangunan jalan di wilayah Asia Pasifik, termasuk mengembangkan kemampuan profesional dan jejaring komersial diantara negara-negara yang berada di kawanan Asia Pasifik tersebut.
Saat ini REAAA beranggotakan 1.400 orang anggota profesional yang berkecimpung dalam pembangunan jalan dan industri terkait, yang berasal dari 24 negara. (vid/dna)












































Foto: David Saut-detikFinance
Foto: David Saut-detikFinance