Follow detikFinance
Kamis 23 Mar 2017, 18:17 WIB

Kemendag: Anggrek yang Diimpor Tak Ada di Indonesia

Fadhly F Rachman - detikFinance
Kemendag: Anggrek yang Diimpor Tak Ada di Indonesia Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih mengimpor produk hortikultura, termasuk seperti bunga anggrek. Bunga anggrek itu diimpor dari Thailand dengan volume 3.903 ton senilai US$ 19 ribu atau Rp 252,7 juta (kurs Rp 13.300/US$).

Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan, bahwa masalah impor memang cukup sulit untuk diatur. Pasalnya, tidak ada aturan yang melarang untuk melakukan impor.

"Ya kita juga masih nanya kenapa semua masih impor? Karena kita enggak bisa mengatakan, saya enggak boleh impor. Karena kita perdagangan. Karena nanti kita juga enggak boleh ekspor," kata Enggar di kantornya, Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Enggar hanya mengatakan, pihaknya hanya bisa mengimbau supaya impor dikurangi, dan menggunakan produk lokal, yang masih bisa diproduksi sendiri.

"Dalam ketentuan perjanjian perdagangan, kita tidak memberikan batasan formal (untuk impor). Tetapi, yang saya bisa lakukan adalah kita secara informal memberitahu. Jadi tolong dong apa yang sudah bisa kita produksi," kata Enggar.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Oke Nurwan, mengatakan anggrek yang diimpor adalah jenis yang tidak dimiliki di Indonesia.

"Bunga anggrek itu kan artinya enggak mungkin kalau anggrek itu diimpor, kalau ada di sini. Ini kan hobi, warna merah misalnya kalau enggak ada di sini. Saya mau melihat juga, ketentuan anggrek itu masuk di lartas (larangan terbatas) atau tidak. Karena enggak ada masalah sih. Kalau enggak ada lartasnya ya berarti silakan-silakan saja," tutur Oke. (dna/dna)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed