Gubernur DKI Jakarta yang tengah cuti dari tugasnya, Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan, Pemerintah Provisnis DKI Jakarta akan bekerja siang malam untuk memastikan pekerjan konstruksi proyek ini bisa berjalan sesuai target.
"Kami terus bekerja memastikan pembangunan MRT selesai tepat waktu, karena MRT wajib ada di kota sebesar Jakarta," kata pria yang akrab disapa Ahok ini dalam akun instagramnya di @basukibtp, Jumat (24/3/2017).
Foto: dok MRT |
Pembangunan MRT Jakarta tahap pertama ini terbagi dalam dua bagian pekerjaan, pertama adalah dari Lebak Bulus hingga Sisingamaraja yang dibangun secara melayang (elevated) sepanjang 10 km. Saat ini perkembangannya sudah mencapai 50,71%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: dok MRT |
Saat ini, pekerjaan jembatan gelagar MR sedang dilakukan di stasiun MRT Lebak Bulus, serta pekerjaan struktur beton yang akan menyalurkan beban menuju pondasi ke tanah. Megaproyek yang disinyalir akan mengurai kemacetan di Ibu Kota tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada tanggal 1 Maret 2019 mendatang.
Sebelumnya, pada akhir Februari lalu Presiden Jokowi meninjau progres pembangunan moda transportasi MRT Jakarta. Dalam kunjungan tersebut sekaligus menandakan selesainya pekerjaan pembuatan terowongan bawah tanah yang akan menghubungkan Stasiun Bundaran Hotel Indonesia dan Stasiun Bundaran Senayan sepanjang 6 km. Terdapat enam stasiun bawah tanah yang akan melayani penumpang di rute ini.
Foto: dok MRT |
Sedangkan untuk rute layang, terdapat 7 Stasiun Layang, yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja.
Seluruh stasiun penumpang dan lintasan dibangun dengan struktur layang di atas permukaan tanah, sementara Depo kereta api dibangun di permukaan tanah (on-ground) yakni di Lebak Bulus.
Foto: dok MRT |












































Foto: dok MRT
Foto: dok MRT
Foto: dok MRT
Foto: dok MRT