Follow detikFinance
Jumat 24 Mar 2017, 18:22 WIB

Begini Gaya Para Menteri Minta Anggaran ke Sri Mulyani

Maikel Jefriando - detikFinance
Begini Gaya Para Menteri Minta Anggaran ke Sri Mulyani Foto: Dok. Kemenkeu
Bandung - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menceritakan pengalamannya sebagai Bendahara Umum Negara meladeni permintaan Menteri, Kapolri, dan Panglima TNI meminta anggaran. Ini disampaikan Sri Mulyani saat memberi kuliah umum di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (24/3/2017).

Sri Mulyani bercerita, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga datang ke Sri Mulyani datang ke Sri Mulyani minta anggaran ditambah. Alasannya, sangat penting untuk membangun jalan.

"Menteri PUPR pakai baju putih, gayanya seperti insinyur, datang ke saya bilang bangun jalan itu penting," kata Sri Mulyani soal permintaan Menteri PUPR.

Begitu pula Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dengan gayanya masing-masing datang ke Sri Mulyani meminta tambahan anggaran.

Selain itu, ada pula Kapolri yang meminta tambahan anggaran, salah satunya untuk kegiatan operasional di lapangan.

"Bu Ani, Polisi itu penting. Kalau ada demo investor takut, maka ada polisi yang menjaga," ujar Sri Mulyani soal permintaan anggaran dari Kapolri.

Kemudian, Panglima TNI juga meminta anggaran untuk peremajaan maupun membeli alutsista alias alat utama sistem senjata. Selain alutsista, anggaran juga untuk kebutuhan para prajurit TNI.

"Bu Ani, Indonesia negara besar. Prajurit kita sangat strategis. Alutsista kita dari zaman Bung Karno masih banyak yang belum diperbaiki, kalau enggak percaya naik saja Hercules (pesawat Hercules)," tutur Sri Mulyani soal permintaan dari Panglima TNI.

Sri Mulyani mengatakan, setiap kementerian dan lembaga menganggap bidangnya masing-masing sebagai yang prioritas. Namun, sebagai Menteri Keuangan, dia harus menentukan alokasi anggaran untuk kebutuhan yang paling prioritas.

Sehingga, selisih antara penerimaan maupun belanja tidak menimbulkan defisit anggaran yang terlalu lebar.

"Jadi semua itu penting. Tapi saya harus membuat yang terpenting dari yang penting-penting ini supaya semuanya mendapat porsi anggaran yang tepat," pungkas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini. (hns/ang)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed