"Kita berharap awal 2018 sudah mulai pekerjaan fisik. Juli kita harapkan pre study selesai," kata Luhut ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (24/3/2017).
Ia mengungkapkan, pembangunan kereta kencang JKT-SBY membutuhkan dana Rp 30 triliun jika menggunakan kereta diesel. Sedangkan kalau yang dipakai adalah kereta listrik, biayanya Rp 70-80 triliun. Pemerintah belum menentukan jenis kereta yang akan digunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek kereta ekspres JKT-SBY akan dibangun dengan skema kerja sama pemerintah dan swasta (Public Private Partnership/PPP).
"Sudah kita bicarakan, ada PPP oleh Pak Bambang (Menteri PPN/Kepala Bappenas). Macam-macam skemanya, dicari sambil FS (feasibility study/studi kelayakan)," tutupnya. (mca/wdl)











































