"Kalau anda taruh price tag di jidat, maka selesai anda," ungkap Sri Mulyani dalam kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa ITB, Jumat (24/3/2017).
"Jadi mau anda lulusan teknik elektro, teknik mesin bahkan insinyur hebat sekalipun, kalau ada harganya di jidat orang akan menghargai anda dengan harga itu," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kalau bangun jalan, dikasih uang sekian terus dikurangi materialnya. Anda bisa begitu kalau punya price tag," tegas Sri Mulyani.
Orang tersebut, kata Sri Mulyani tidak akan memiliki masa depan yang lebih baik dibandingkan orang yang menjaga integritas. Apalagi bila kemudian harus berurusan dengan para penegak hukum.
"Karir anda akan dihargai nantinya segitu saja. Begitulah integritas. mau anda petugas pajak, sampai engineer. Kalau sudah korupsi ya sama anda berarti kompromikan integritas anda. Memang tugas paling berat adalah membangun trust dan integritas," pungkasnya.
Sri Mulyani juga menyarankan agar mahasiswa tetap berjalan di jalurnya sampai nanti. Indonesia butuh lulusan teknik berkualitas untuk bisa menggenjot pembangunan. "Tetap saja di jalur yang benar. Enggak udah nanti beralih ke ekonomi. Karena kalian sangat dibutuhkan nantinya," kata Sri Mulyani.
Negara ini, menurut Sri Mulyani haus akan prestasi. Lewat karya yang dihasilkan, diharapkan mampu menjadi beragam prestasi bagi Indonesia. Syaratnya adalah fokus pada apa yang dijalankan mulai dari sekarang dan selalu menjaga mental pemenang.
Para mahasiswa yang hadir, Sri Mulyani adalah kelompok milenial yang memiliki kebebasan untuk berimajinasi. Seharusnya bisa mewujudkan mimpi itu.
"Jangan jadi pencundang, jangan jadi pecundang, jangan jadi pecundang," tandas Sri Mulyani. (mkj/dnl)










































