Penugasan penyerapan gabah ini dilakukan di lapangan upacara Kementerian Pertanian. Acara ini dihadiri Direktur Pengadaan Bulog Tri Wahyudi dan Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Kadivre) beberapa daerah.
Kandungan air pada gabah tinggi yang mencapai 26-30% membuat kualitas gabah rendah dan harganya jatuh, sehingga Amran meminta Bulog untuk membeli sesuai HPP agar petani tidak mengalami kerugian. Selain itu, penyerapan ini ditujukan untuk memotong mata rantai petani, penjaminan produksi gabahnya dibeli, serta menambah pencadangan beras pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang 6 bulan sejak Februari, Kementan menargetkan minimal 4 juta ton gabah petani setara beras terserap. Pada periode bulan Maret-Agustus 2017, prediksi produksi sebesar 33,64 juta Ton GKG sehingga menurut Amran produksi tersebut harus diserap.
"Prediksi periode bulan Maret-Agustus 2017 sebesar 33,64 juta ton perlu diserap secara baik sehingga petani dapat memperoleh keuntungan yang adil dan cadangan beras di Perum BULOG meningkat," ujar Amran.
Tim Serap Gabah Petani (SERGAP) yang sudah dibentuk oleh Kementerian Pertanian bekerjasama dengan TNI AD dan Perum BULOG dan Pemda pada periode Januari - 25 Maret 2017 telah menyerap 754.330 ton gabah atau 377.165 ton setara beras meningkat 420% dibandingkan periode yang sama tahun 2016.
"Serapan kita 2.000 ton per hari awalnya, besoknya kita terima baru satu minggu sudah terserap 18.000 ton per hari, jadi sudah 800-1.000% naik," kata Amran. (dna/dna)











































