Menurut JK, progres pembangunan yang terhitung cepat merupakan hasil kerja keras dari seluruh pihak yang terlibat, termasuk para buruh bangunan. Sebab, seluruh pekerja proyek Wisma Atlet bekerja hingga dini hari.
"Mereka kerja di sini sampai jam 1 malam, jangan lupa lho. Itu cukup berbakti lah dalam mengejar waktu," tutur JK di Kemayoran, Jakarta, Minggu (26/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini baru setahun sudah begini. Kita berterima kasih kepada pelaksana, mulai dari Menterinya sampai kepada pekerjanya di sini," imbuhnya.
JK juga memuji kualitas dari tower-tower tersebut. Menurutnya, kualitas dari Wisma Atlet Kemayoran jauh lebih baik dari permukiman atlet Olimpiade Rio de Janeiro dan London.
"Menurut penyampaian Erick Thohir dan Ibu Puan (Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), perkampungan ini lebih baik dibandingkan yang untuk Olimpiade Rio de Janeiro, apalagi Olimpiade London. Itu olimpiade loh," tukasnya.
Untuk diketahui, proyek senilai Rp 3,4 triliun itu digarap oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, KSO Abipraya-Indulexco, Adhi Karya-Jaya Kontruksi-Penta, serta KSO Wika Cakra.
Total unit dari 10 tower yang dibangun mencapai 7.426 unit. Rusun yang dibangun bertipe 36 m2 dengan 2 kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi dan tempat mencuci.
Diperkirakan dalam 1 unit rusun bisa dihuni 3 orang, sehingga Wisma Atlet ini bisa menampung atlet hingga 22.278 orang. Sedangkan berdasarkan ketentuan International Olympic Committee tuan rumah Asian Games harus menyediakan tempat tinggal yang bisa menampung 14.000 atlet. (mca/mca)











































