Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengajak para pengusaha untuk berbisnis pangan dalam rangka memenuhi stok dan kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya pemain baru di industri beras hingga daging, diharapkan kompetisi usaha akan lebih sehat dan ketersediaan pasokan pangan akan terjamin sehingga harga lebih stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, saat ini Indonesia masih banyak tergantung pada pangan impor. Misalnya kedelai, gula, dan daging sapi, lebih dari separuh kebutuhan harus dipenuhi dari impor.
Sekarang pemerintah mendorong kemandirian pangan, impor diupayakan untuk terus ditekan. Para pengusaha nasional harus memanfaatkan situasi ini untuk mengembangkan produksi pangan di dalam negeri.
Enggar berjanji akan membantu pengusaha yang mau berinvestasi untuk meningkatkan produksi pangan lewat kebijakan-kebijakan yang sifatnya melindungi.
"Kita masih tergantung dari impor gula, daging kita masih impor. Beras Alhamdulillah kita tidak impor berkat Pak Mentan. Jagung juga kita me-reduce impor. Kita harus menjaga pasar domestik di tengah menguatnya proteksionisme," ucapnya.
"Daerah-daerah yang menghasilkan beras, jagung, itu kesempatan bisnis yang besar. Mulai dari dryer, pengolahan. Kami akan mengupayakan untuk membantu, kami akan memberi ruang untuk itu semua," Enggar menambahkan.
Tak hanya lewat regulasi, Enggar juga berjanji membantu memperluas akses permodalan untuk pengusaha yang berkomitmen mengembangkan sektor pangan di dalam negeri.
"Akses modal, kita akan gandeng bank-bank BUMN untuk kerja sama dengan HIPMI. Semua akan kita dorong. Tapi dengan catatan, jangan pernah saudara ngemplang. Kepercayaan itu sangat mahal," pungkasnya. (mca/dna)











































