Namun ternyata, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengaku sempat mengesampingkan sektor ini sebagai sumber pendapatan negara. Pasalnya, ia menganggap sektor ini hanya sebagai pelengkap hiburan bagi masyarakat kelas menengah atas saja.
"Terus terang saya anggap pariwisata ini dulu kelas dua, hanya hura-hura saja. Tapi dalam perjalan itu, saya baru tahu, pariwisata ini adalah suatu industri yang sangat high end dalam konteks revenue. Penciptaan lapangan kerja yang cepat, dengan harga yang murah, dengan penerimaan yang tinggi dan yang paling cepat rebounds kalau ekonomi itu bermasalah. Ini yang saya lihat bahwa industri pariwisata ini harus betul-betul kita bangun," katanya dalam sambutan pada Rakor Pariwisata di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (30/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, saat ini pemerintah tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur guna menarik investor agar mau berinvestasi di sektor ini. Adanya pertumbuhan di sektor pariwisata diyakini akan menimbulkan multiplier effect yang positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Sederhananya, once infrastruktur jadi, kampung saya danau toba, begitu Silangit dibuka 700% kunjungan naik ke sana. Sekarang kita dikejar-kejar investor untuk bangun hotel di Sibisa. Selain infrastruktur, kebersihan juga hal penting," tandasnya.
(dna/dna)











































