Aksi damai ini pun dimanfaatkan pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan di sepanjang jalanan yang dilalui peserta aksi damai tersebut. Ratusan pedagang kaki lima berjejer di tengah Jalan MH Thamrin.
Saat Aksi 313 digelar, sebagian Jalan MH Thamrin memang sengaja ditutup kepolisian. Tak hanya jalan reguler, jalur khusus Bus Transjakarta juga tak luput dimanfaatkan sebagai lapak berjualan sementara oleh pedagang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PKL di aksi damai 313 Foto: Muhammad Idris/detikFinance |
Fazah, salah seorang pedagang buah dan rujak yang berjualan tepat di tengah jalan MH Thamrin ini mengaku dagangannya cukup laris, namun omzetnya masih lebih rendah dibandingkan dengan aksi-aksi sebelumnya.
"Lumayan dan Alhamdulillah. Ini dari jualan setelah salat Jumat sudah dapat Rp 500.000. Tapi ini masih termasuk sepi dibandingkan dengan Aksi 112 dan Aksi 212," ujar Fazah yang biasa mangkal di samping kawasan Thamrin City ini.
"Kalau dulu malah 5 menit sudah habis. Solanya banyak pedagang yang diborong dagangannya, katanya buat sedekah. Kalau ini kan lama baru habis," katanya lagi.
Beberapa pedagang menjamur di Jalan MH Thamrin sejak usai Salat Jumat. Beberapa pedagang yang umum ditemui di sepanjang jalan protokol itu seperti bakso, nasi goreng, es cendol, sate padang, tahu gejrot, roti, minuman, aksesoris, sampai barang elektronik.
PKL di aksi damai 313 Foto: Muhammad Idris/detikFinance |
Sementara itu, Nanang, salah seorang penjual aksesoris Aksi 313 mengatakan sudah meraup tak kurang dari Rp 700.000 sejak berjualan dari pagi.
"Dari Subuh jualannya, pas siang pindah ke sini (Jalan Thamrin), Alhamdulillah sudah dapat Rp 700.000," ujar Nanang.
Senada, menurut Nanang, Aksi 313 ini terbilang sepi dibandingkan dengan aksi-aksi sebelumnya, yakni Aksi 112 dan Aksi 212.
"Kalau aksi-aksi lalu bisa dapat Rp 4 juta, sekarang ini kan dari Subuh saja dapatnya Rp 700.000. Mungkin sih karena sudah terlalu sering, jadinya semakin ke sini semakin sedikit yang beli," ungkap Nanang.
PKL di aksi damai 313 Foto: Muhammad Idris/detikFinance |
Beberapa aksesoris yang dijualnya antara lain pin Aksi 313, stiker bertuliskan bela ulama hingga bendera Palestina. Harganya bervariasi dari Rp 5.000 sampai Rp 20.000. "Sudah murah segitu saja masih banyak yang tawar," keluhnya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Atang, pedagang aksesoris Aksi 313 lainnya. berjualan sejak Subuh, dirinya juga baru mengantongi omzet sekitar Rp 700.000.
"Kalau kemarin kan bisa dapat Rp 5 juta. Ini minimal bisa setengahnya terjual. Ini stiker sama pin bikin sendiri dari rumah," kata pedagang yang sengaja datang dari Tasikmalaya ini. (idr/hns)












































PKL di aksi damai 313 Foto: Muhammad Idris/detikFinance
PKL di aksi damai 313 Foto: Muhammad Idris/detikFinance
PKL di aksi damai 313 Foto: Muhammad Idris/detikFinance