Menhub: Pelabuhan Gili Mas di Mataram Rampung 2019

Menhub: Pelabuhan Gili Mas di Mataram Rampung 2019

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Sabtu, 01 Apr 2017 17:22 WIB
Menhub: Pelabuhan Gili Mas di Mataram Rampung 2019
Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance
Mataram - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, meminta pembangunan Pelabuhan Gili Mas di Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB), rampung pada 2019. Permintaan ini seiring izin reklamasi yang segera dikeluarkan pada Senin (3/4/2017).

"Reklamasi ini kan urutannya itu ada Amdal. Amdalnya baru beberapa saat yang lalu. Nah ini izin reklamasi saya akan tandatangan besok, hari Senin (3/4). Setelah itu menyelesaikan perjanjian konsesi, baru paripurna. Tapi mulai hari Senin mereka sudah bisa operasi lagi," ujar Budi, saat mengunjungi lokasi pembangunan Pelabuhan Gili Mas, Mataram, Kecamatan Lembar, NTB, Sabtu (1/4/2017).

Dengan keluarnya izin tersebut, diharapkan pembangunan bisa cepat selesai. Untuk pembangunan terminal cruise atau Kapal Pesiar, ia menargetkan harus bisa selesai pada pertengahan 2018 mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menhub Budi Karya cek Proyek Pelabuhan Gili MasMenhub Budi Karya cek Proyek Pelabuhan Gili Mas Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance

Sedangkan untuk terminal peti kemas, diharapkan bisa rampung pada Mei 2019.

"Kita akan rencanakan dua tahap, untuk Cruise itu kita akan selesaikan di pertengahan 2018, dan untuk yang kontainer Mei 2019 selesai. Supaya targetnya lebih cepat. Tadinya mau 2020. Saya bilang cepatin saja. Supaya enggak ada masalah. Karena kapasitas (pelabuhan) Lembar itu kecil sekali," kata Budi

Kehadiran Pelabuhan Gili Mas diharapkan bisa menambah kapasitas Pelabuhan Lembar yang saat sudah beroperasi. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero) akan membangun pelabuhan yang memiliki kapasitas 3,5 juta teus ini.

Menhub Budi Karya cek Proyek Pelabuhan Gili MasMenhub Budi Karya cek Proyek Pelabuhan Gili Mas Foto: Eduardo Simorangkir/detikFinance

Pelabuhan dengan konsep marina yang di gadang-gadang sebagai pelabuhan terbesar di Indonesia bagian timur ini diharapkan akan menampung berbagai kapal pesiar yang selama ini belum bisa bersandar di pelabuhan Lembar.

"Karena kita tahu sekarang prioritas pariwisata di Indonesia itu ada 3. Pertama Danau Toba, lalu Borobudur, dan ketiga Mandalika. Apabila Mandalika ini menjadi suatu yang penting, berarti pasti suplai barang itu harus banyak. Jadi intinya dengan dibangunnya Gili Mas ini akan tercover masalah cruise, roro dan logistik," pungkas Budi Karya. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads