"Sesuai arahan Pak Presiden dan Pak Menko Luhut Panjaitan untuk membangun jalan tol akses Bali utara-selatan sehingga tercipta," kata Sudikerta.
Ia menyampaikan hal ini dalam acara Ulang Tahun Realestat Indonesia (REI) ke-45 di GWK, Jl Raya Uluwatu, Badung, Bali, Sabtu (1/4/2017) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Presiden setuju dibangun jalan tol Gilimanuk-Karangasem. Itu akan dilalui kendaraan logistik Jawa-Bali-Lombok dan jalan tol Bali Selatan ke Bali Utara," tambah Sudikerta.
Menurutnya, jalan tol yang menghubungkan utara dan selatan itu akan meratakan pembangunan di Bali. Hal ini, menurut Sudikerta, karena pembangunan di selatan Bali terlalu banyak.
"Karena pembangunan tumplek di Bali Selatan. Sehingga dengan jalan tol itu akan membuka ruang investasi dan ekonomi masyarakat di Bali Utara," ucap Sudikerta.
Sudikerta kemudian mengajak 3.000 anggota REI untuk membantu pembangunan di Bali Utara. Ia juga meminta untuk dikurangi pembangunan skala besar di selatan Pulau Bali.
"Mari kita bangun Bali utara, Bali selatan sudah penuh dan saya harap cukup untuk pembangunan skala besar karena selanjutnya adalah tata ruang. Bali utara kita bangun dengan fasilitas yang menopang kemajuan pariwisata kita," ujar Sudikerta.
Banyaknya acara internasional dan nasional yang kerap digelar di Bali, dinilai Sudikerta, akan terbantu dengan akses selatan-utara itu. Seperti acara World Bank and IMF Congress 2018 yang akan digelar di Nusa Dua nanti.
"Sukses tidaknya tentu harus didukung infrastruktur yang menjadi akses kelancaran jangkauan IMF dan World Bank tersebut," imbuh Sudikerta. (vid/mkj)











































