Secara kumulatif (Januari-Februari) 2017, jumlah kunjungan wisman juga mengalami kenaikan 16,91% dibanding tahun sebelumnya periode yang sama.
Jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas Wisman yang berkunjung melalui 19 pintu utama sebanyak 1,8 juta kunjungan dan wisman yang berkunjung di luar 19 pintu utama sebanyak 193 ribu kunjungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, jika dibanding dengan kunjungan selama Januari 2017, jumlah kunjungan wisman reguler ke Indonesia yang melalui 19 Pintu Utama pada Februari 2017 mengalami penurunan sebesar 7,12%.
Penurunan ini terjadi di sebagian besar pintu masuk utama, dengan persentase penurunan paling besar terjadi di Pelabuhan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau sebesar 42,40%, dan penurunan paling kecil terjadi di Bandara Adi Sucipto, DI Yogyakarta sebesar 0,81%.
Sedangkan kenaikan kunjungan wisman hanya tercatat di empat pintu masuk utama dengan persentase kenaikan tertinggi terjadi di Bandara Adi Sumarmo, Jawa Tengah sebesar 602,70% dan kenaikan terendah terjadi di Bandara Minangkabau, Sumatera Barat sebesar 0,62%.
Adapun dari 957.580 ribu kunjungan wisman yang datang ke Indonesia selama Februari 2017 masih didominasi oleh turis dari China, yakni sebesar 21,31%, disusul oleh Australia 10,6%, Malaysia 10,48%, Singapura 9,76% dan Jepang 4,29%.
"Jumlah wisman terbanyak berasal dari Tiongkok, kemudian Australia dan Malaysia," pungkasnya.
Seiring dengan naiknya kunjungan wisman selama periode Januari-Februari (yoy), Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Indonesia pada Februari 2017 juga naik dibanding Februari 2016, mencapai rata-rata 52,57 atau naik 0,42 poin.
TPK tertinggi tercatat di Provinsi Papua sebesar 62%, diikuti Provinsi DKI Jakarta 61,83%, dan Provinsi Bali 60,82%. Sedangkan TPK terendah tercatat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 35,90%.
Kenaikan TPK hotel berbintang pada Februari 2017 dibanding Februari 2016 terjadi di sebagian besar provinsi, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Provinsi Sumatera Selatan, yaitu sebesar 17,2 poin, diikuti Provinsi Sulawesi Tengah 16,3 poin, dan Provinsi Papua 13,85 poin, sedangkan kenaikan terendah tercatat di Provinsi Bali, yaitu sebesar 1,21 poin.
Sementara itu, TPK hotel berbintang yang mengalami penurunan terjadi di beberapa provinsi, dengan penurunan paling hesar terjadi di Provinsi Riau sebesar 18,66 poin, dan penurunan paling kecil terjadi di Provinsi Jawa Tengah 0,13 poin. (ang/ang)











































