Dana pendidikan memakan porsi sebesar 20% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahunnya. Nantinya, pada 2030 dana pendidikan abadi tersebut diproyeksi mencapai Rp 400 triliun.
Sri Mulyani mengatakan, dana pendidikan abadi tersebut berbentuk sovereign wealth fund yang artinya dana publik yang dimiliki, dikelola atau diadministrasikan dan diinvestasikan oleh negara ke dalam aset-aset yang lebih luas dan beragam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, Presiden Jokowi meminta adanya perencanaan anggaran pendidikan sesuai dengan kebutuhan yang sesuai. Sehingga, dana yang dialokasikan tidak perlu dihabiskan pada satu tahun anggaran.
Nantinya, kata Sri Mulyani, dana anggaran pendidikan abadi ini bisa dimanfaatkan oleh generasi selanjutnya.
"Nanti kita pikirkan dari mekanisme anggaran bentuk sovereign wealth fund-nya kaya gimana, tata kelolanya gimana. Lalu prinsip penggunaan angaran kita formulasikan sesuai instruksi presiden," jelasnya.
Mantan Direktur Bank Dunia ini mengungkapkan, formulasi anggaran pendidikan abadi ini akan dirumuskan pada APBN 2018 dan akan menyatu dengan LPDP. "Suatu saat akan disatukan dengan LPDP, mungkin 2018," tandasnya. (mkj/mkj)











































