Jokowi Sisihkan Dana Pendidikan Buat Kuliahkan Guru ke Luar Negeri

Jokowi Sisihkan Dana Pendidikan Buat Kuliahkan Guru ke Luar Negeri

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 04 Apr 2017 15:57 WIB
Jokowi Sisihkan Dana Pendidikan Buat Kuliahkan Guru ke Luar Negeri
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan, pada tahun anggaran 2018 pemerintah akan mengalokasikan sedikit anggaran pendidikan untuk diinvestasikan. Tujuannya, agar pemerintah memiliki anggaran abadi untuk pendidikan.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, dana pendidikan abadi ini nantinya akan dikelola oleh Kementerian Keuangan sebagai investasi, seperti halnya dana pada LPDP.

"Ini kan disisihkan untuk dinvestasikan dan bunganya untuk pendidikan, total sekarang dana abadi ada Rp 20 triliun ada di bawah Kemenkeu yang namanya LPDP itu, nah ini akan ada tambahan di 2017 dan 2018," kata Nasir di Komplek Istana, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nasir menyebutkan, dana investasi pendidikan dari LPDP saat ini mencapai Rp 20 triliun, dan akan ditambah sekitar Rp 15 triliun pada 2018. Dana tersebut nantinya dikelola oleh Kementerian Keuangan dan akan diupdate secara khusus oleh Presiden Jokowi.

Menurut Nasir, penyisihan dana anggaran dipastikan tidak mengganggu pendidikan secara keseluruhan di Indonesia.

"Ini engga, tidak akan menggangu. Kan anggaran pendidikan meningkat setiap tahunnya. Tapi ditekankan ini itu kan khusus untuk pengembangan SDM," jelasnya.

Adapun, nantinya dana pendidikan abadi ini dikhususkan untuk membiayai pendidikan perguruan tinggi di luar negeri, dan pelatihan vokasional pada guru-guru di tingkat SMA.

Nasir memastikan, anggaran pendidikan abadi ini nantinya memberikan dampak yang baik pada pendidikan nasional.

"Sekarang kalau mahasiswa yang mau berkuliah ini kan bisa menggunakan LPDP baik untuk S2 atau S3. Jadi ini terbantu dengan baik dengan anggaran yang telah disisihkan. Ke depan harapannya ini bisa berkelanjutannya bisa lebih baik, Indonesia paling enggak dengan kenaikan anggaran itu bisa sampai 5000/10000 per tahun mahasiwa ini bagus sekali. Sekarang kan baru 5000 an, kalau ini ningkat hingga 10.000 akan lebih baik," tandasnya. (mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads