"Memang awalnya dicanangkan waktu 2014 yaitu 7%, kemudian turun 6,1% itu kan namanya suatu analisa, suatu perkiraan, suatu harapan," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (4/4/2017).
Namun berdasarkan kondisi perekonomian dunia dan penerimaan pajak dalam negeri, maka pemerintah melakukan revisi dengan jumlah 5,6%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, belanja APBN yang mencapai Rp 2.000 triliun harus dilaksanakan dengan tepat sasaran dan efektif.
"Kalau uang yang ada bisa bikin 1.000 km jalan kenapa musti dibikin 700 km atau sebaliknya karena itu dikurangi hal-hal yang tidak penting," ucapnya.
"Dikurangi perjalanan, seminar-seminar pertemuan-pertemuan, pegawai yang tidak perlu yaa itu yan kita bicarakan. Jadi bagaimana anggaran itu tujuannya adalah memberikan kesejahteraan untuk rakyat," sambungnya. (mkj/mkj)











































