Demikian disampaikan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna, kepada detikFinance, Rabu (5/4/2017).
Saat ini, kata Herry, investor jalan tol ini, yaitu PT Jasamarga Kunciran-Cengkareng, tengah melakukan proses lelang konstruksi untuk mencari kontraktor terbaik yang bakal melakukan pekerjaan konstruksi ruas jalan tol sepanjang 14,9 kilometer (km) ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita enggak menunggu proses pembebasan lahannya rampung. Kita akan bekerja dengan lahan yang sudah tersedia. Jadi enggak tunggu-tunggu," kata Herry.
Jalan tol ini masuk dalam jaringan jalan tol lingkar luar II alias Jakarta Outer Ring Road II (JORR II). Nantinya akan menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menuju bandara.
Dari data BPJT, saat ini proses pembebasan lahan secara keseluruhan telah mencapai 27%. Dari 4 seksi jalan tol yang akan dibangun, seksi IV adalah yang proses pembebasannya paling maju.
"Proses pembebasan lahan yang paling maju itu yang seksi IV yang paling dekat dengan sisi bandara (Bandara Soekarno-Hatta). Sudah 59,14%," sebut dia.
Bila seluruh proses berjalan lancar, jalan tol ini bakal rampung pada 2018 mendatang. "Jadi 2019, masyarakat sudah bisa melintas," tandas Herry. (dna/wdl)











































