Maret, Ekspor Jepang Naik 6,2%
Kamis, 21 Apr 2005 11:49 WIB
Jakarta - Ekspor Jepang pada Maret tumbuh 6,2 persen menjadi 5,78 triliun Yen dibandingkan dengan Februari yang hanya tumbuh 1,7 persen. Sepanjang awal tahun hingga Maret surplus perdagangan Jepang pun mencatat kenaikan 1,3 persen yang merupakan tertinggi selama 5 tahun terakhir yakni mencapai 11,35 triliun Yen."Surplus perdagangan naik karena kembali naiknya ekspor ke negara-negara Asia," jelas Menteri Keuangan Jepang sebagaimana dikutip AFP, Kamis (21/4/2005).Meski saat ini terjadi ketegangan dengan Cina, namun sepanjang Maret perdagangan dengan Cina termasuk Hongkong mencatat kenaikan yang tinggi yakni mencapai 22,71 triliun yen dibandingkan dengan akhir tahun lalu. Hal ini memantapkan posisi Jepang sebagai mitra dagang terbesar disamping dengan AS.Untuk Maret sendiri, surplus perdagangan Jepang terpangkas 0,2 persen dari posisi awal tahun yang berada do posisi 1,12 triliun yen atau lebih tendah dari perkiraan sebelumnya yang kemungkinan akan alami surplus hingga 1,21 triliun yen.Impor Jepang pada Maret tumbuh 7,8 persen menjadi 4,66 triliun yen lebih rendah dari pertumbuhan impor pada bulan sebelumnya yang tumbuh 11,4 persen. Impor Jepang yang paling besar adalah di sektor minyak dan batubara."Due to the prolonged inventory adjustments in the IT sector and worries over a slowdown of economic growth in China and US, Japan's exports are most likely to stagnate at least until around summer this year," said Junichi Makino, senior economist at Daiwa Institute of Research.Pada Maret ini surplus perdagangan Jepang dan AS meningkat 17,5 persen menjadi 678,2 miliar yen dimana ekspor tumbuh 6,2 persen menjadi 1,29 triliun yen dan impor turun 3,6 persen menjadi 613 miliar yen.Adapun surpulus pedagangan Jepang dengan negara-negara Asia turun 2,4 persen menjadi 659,1 miliar yen akibat ekspor hanya tumbuh 5,8 persen menjadi 2,78 trilun sedang impor tumbuh 8,7 persen menjadi 2,12 triliun yen. Imporm dari Cina naik 11,3 persen menjadi 1,02 triliun yen.Sementara itu surplus perdagangan Jepang dengan Uni Eropa turun 1,9 persen menjadi 309,2 miliar yen akibat ekspor yang turun 3,5 persen menjadi 891,4 miliar yen dan impor turun 4,4 persen menjadi 582,2 miliar yen.
(san/)











































