Sukseskan KAA, Pertamina Amankan BBM Jakarta-Bandung

Sukseskan KAA, Pertamina Amankan BBM Jakarta-Bandung

- detikFinance
Kamis, 21 Apr 2005 12:04 WIB
Jakarta - Tak mau kalah untuk menyukseskan Konferensi Asia Afrika, PT Pertamina (perseroa) juga ambil bagian dengan mengamankan jalur distribusi BBM untuk menjamin ketersediaan stok dan kualitas BBM di SPBU jalur Jakarta-Bandung.Pertamina berharap keamanan distribusi dan kualitas ini diharapkan dapat memberikan dukungan pada kelancaran mobilitas KAA 2005 yang menggunakan kendaraan generasi terbaru untuk para tamu negara. Kendaraan tersebut tentunya memerlukan kualifikasi bahan bakar dengan oktan tinggi tinggi, tanpa timbal dan ramah lingkungan sesuai standar Euro II. Menurut siaran pers dari Pertamina yang diterima detikcom, Kamis (21/4/2005), terkait hal itu, Pertamina akan melakukan berbagai uji kualitas BBM. Uji kualitas itu meliputi kandungan Research Octane Number (RON) untuk bahan bakar jenis Premium Tanpa Timbal (TT), Pertamax dan Pertamax Plus di sejumlah SPBU di wilayah Jakarta Selatan, Tol Jagorawi Jakarta-Bogor, Bogor, Sukabumi, Cianjur dan Bandung. Pemeriksaan dilakukan dengan peralatan khusus Portable Gasoline Analyser yang dapat menguji kandungan oktan secara cepat dan bisa dilakukan di tempat pengujian. Peralatan dengan tingkat toleransi perulangan pengujian 0,3 dan tingkat toleransi perbedaan dengan metode uji yang lain sebesar 0,7. Dijelaskan, pengujian terhadap 25 SPBU menunjukkan bahwa kualitas RON pada Premium TT, Pertamax dan Pertamax Plus jalur Jakarta-Bandung telah memenuhi spesifikasi Pertamina dan dijamin tidak ada pengoplosan produk tersebut. Menurut Humas Pertamina M Harun, kepastian tersebut untuk meyakinkan masyarakat bahwa dengan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Plus pada akhir tahun lalu, Pertamina berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas layanan dan jaminan kemurnian produk sesuai spesifikasinya. "Hal ini menjadi Perhatian utama Pertamina karena dengan kenaikan ini terjadi perbedaan harga yang cukup besar antara Pertamax, Pertamax Plus dan Premium," kata M Harun. Hingga saat ini konsumsi penjualan di wilayah Unit Pemasaran III mencapai 280 kilo liter (kl) per hari untuk Pertamax dan Pertamax Plus 136 kl per hari. Pertamina, lanjut Harun, akan memberikan sangsi yang keras kepada mitra bisnis yang melakukan pengoplosan, khususnya Pertamax dan Pertamax Plus. Sanksi tersebut akan diberikan secara langsung mulai dari penyegelan pompa bensin sebagai sanksi terendah hingga penuntutan sesuai proses hukum yang berlaku. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads