Transportasi dengan lintasan berupa tabung itu dikatakan sangat efisien karena kecepatannya secara teori bisa tembus sampai 1.207 kilometer per jam. Hyperloop akan membawa penumpang atau kargo melalui tabung bertekanan rendah. Transportasi ini sepenuhnya otonom dan didayai dengan tenaga listrik.
Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengungkapkan Kemenhub memang ditawari perusahaan tersebut untuk agar hyperloop dibangun di Indonesia. Namun demikian, perlu ada pembuktian dulu bahwa teknologi tersebut aman untuk moda trasnportasi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus ada pertanggungjawaban pada masyarakat bagaimana penyediaan angkutan di Indonesia bisa memenuhi aspek dari sisi safety, juga dari security," tambahnya.
Baca Juga: Hyperloop, 'Kereta' Sekencang Pesawat bakal Meluncur di Indonesia
Dia menuturkan, moda transportasi tabung itu belum banyak teruji. Di negara asalnya, Amerika Serikat, transportasi tersebut juga baru diujicobakan di lintasan sepanjang 8 km. Selain itu, perlu dipertimbangkan siapa yang akan mendanai proyek tersebut.
"Makanya kalau kita lihat mereka baru (uji coba) pakai 8 km di AS. Kita lihat dulu seperti apa, kedua apakah ada investor yg akan bayar, itu kan investasi tinggi sekali, kita sudah minta ke mereka ajukan proposal dan studi yang mereka sudah lakukan, jadi kita bisa dikomparasi, kalau cocok ya kita kasih kesempatan di Indonesia," pungkas Budi. (dna/dna)











































