Beberapa kali, Jokowi mengumpulkan para menteri untuk membahas persoalan tersebut. Mulai dari sidang kabinet paripurna hingga yang lebih spesifik pada sidang kabinet terbatas. Tujuannya agar setiap rupiah yang dikeluarkan jadi tepat sasaran.
Berdasarkan akun resmi Facebook Presiden Jokowi yang dikutip detikFinance, Kamis (6/4/2017), ada 9 arahan khusus yang harus dijalankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, seluruh program infrastruktur prioritas nasional harus dapat diselesaikan. Kedua, alokasi anggaran sebesar 20% untuk sektor pendidikan. Ketiga, menetapkan nilai maksimal bagi belanja barang kementerian lembaga.
Keempat, subsidi benar-benar tepat sasaran dan efisien, yaitu hanya diterima bagi 40% lapisan masyarakat ekonomi terbawah. Kelima, mengawal jalannya program keluarga harapan dan sasaran PKH ditingkatkan dari enam juta menjadi 10 juta keluarga.
Selanjutnya yang keenam, mengarahkan belanja pertanian untuk pengembangan tanaman hortikultura dan pembangunan sarana irigasi. Tujuh adalah pemerintah daerah mengantisipasi perubahan dana alokasi umum yang akan mulai menggunakan formula dinamis sesuai jumlah pendapatan.
Delapan, Jokowi menginginkan agar dana alokasi khusus digunakan untuk mengatasi kesenjangan ketersediaan layanan publik di daerah. Terakhir yaitu pantau terus efektivitas pelaksanaan dana desa, prioritaskan untuk peningkatan produktivitas, memperbaiki infrastruktur dan penciptaan lapangan pekerjaan. (mkj/dna)










































