Follow detikFinance
Kamis, 06 Apr 2017 12:15 WIB

Ketua PBNU: Kita Tidak Anti Konglomerat

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj menginginkan para pengusaha NU bekerja sama dengan baik dengan para konglomerat di Indonesia untuk bisa bersama-sama melakukan pemerataan ekonomi.

Pemerataan ekonomi dianggap bisa terjadi apabila keduanya bisa saling bekerja sama, terlebih warga NU yang anggotanya di seluruh Indonesia mencapai 90 juta orang.


"Kalau didukung, dipermudah, InsyaAllah pengusaha NU ini bisa langsung tancap gas. Tapi jangan anti konglomerat. Kita tidak anti konglomerat. Bersyukur RI punya konglomerat. Tapi konglomerat juga harus ikut mengangkat pengusaha-pengusaha kecil, sampai ke tukang tambal ban sepeda, tukang bakso dan lainnya," katanya dalam sambutan pada acara Sarasehan Pengembangan Ekonomi Umat dan Kemaritiman Indonesia di Pesantren Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2017).
Ketua PBNU: Kita Tidak Anti KonglomeratFoto: Eduardo Simorangkir
Menurutnya, dalam beberapa pengalamannya, masih ditemui masyarakat kecil yang belum tersentuh oleh program-program yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun pengusaha.

Di depan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ia berharap, para pengusaha besar tersebut bisa merangkul rakyat kecil, seperti membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya, demi menciptakan pemerataan ekonomi.

"Oleh karena itu, pagi hari ini kita coba perubahan, langkah cepat, bisa melakukan perbaikan-perbaikan. Sekali lagi, kita tidak anti konglomerat, tapi konglomerat wajib mengangkat kelas menengah, kelas menengah mengangkat kelas kecil dan kelas kecil mengangkat ekonomi kerakyatan," tukasnya. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed