Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 06 Apr 2017 15:05 WIB

Luhut: NU Bisa Mainkan Peran Sentral Ekonomi RI

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Menteri Koordinator Maritim, Luhut Binsar Panjaitan hari ini menyambangi Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2017). Dalam pidatonya, Luhut mengajak para pengusaha nahdliyin di bawah Himpunan Pengusaha Nahdliyin yang merupakan bagian dari Nahdlatul Ulama (NU) untuk ikut serta dalam menciptakan pemerataan pembangunan.

Hal tersebut didasari dengan sumber daya NU yang anggotanya mencapai 90 juta orang di seluruh Indonesia sehingga dianggap dekat dengan yang namanya ekonomi kerakyatan, dan bisa dengan cepat membantu mewujudkan misi pemerataan pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah.


"Pesantren itu bisa menjadi tempat ekonomi kerakyatan berjalan. Apalagi sekarang dana desa ada. Bagaimana kita kaitkan dana desa, dengan pembangunan itu. Bagaimana orang NU ini memainkan peran sentral. Jadi NU tidak jadi pelengkap penderita, justru jadi backbone-nya RI. Pemerintah tahu persis itu," katanya.

Baca juga: Ketua PBNU: Kita Tidak Anti Konglomerat

Untuk mewujudkan hal ini, Luhut berjanji akan mencari mitra perusahaan besar untuk didorong bisa bekerjasama dengan pengusaha kecil dan menengah.

"Kita bisa dorong ekonomi kerakyatan dan pemerataan itu timbul. Nanti kita cari God Fathernya, perusahaan-perusahaan yang kaya kita masukkan. Atau yang sudah maju, kita dorong untuk masuk ke berbagai bisnis (pengusaha NU) yang ada. Jangan hanya orang-orang yang itu-itu saja yang dapat," tutur dia.

Namun demikian, Ia meminta kepada para anggota NU yang telah terjun ke dalam bisnis harus bisa disiplin dan profesional dalam menjalankan usahanya, sehingga bisa bekerja sama dengan pelaku usaha lainnya yang notabene telah lebih dulu besar.

"Bapak/Ibu sekalian juga yang masuk dalam bisnis, harus profesional. Tidak bisa juga hanya mengharapkan pemerintah bantu-bantu saja, tapi juga harus profesional, disiplin. Perhitungan harus cermat. Karena sekarang kita sudah globalisasi, kita sudah bersaing terbuka. Kalau kita tidak profesional, nanti kita akan dijajah secara ekonomi oleh orang lain," tambahnya.

Menurutnya, keberadaan NU menjadi salah satu pilar yang paling kuat untuk menjaga NKRI. Tapi juga harus mau ikut membangun dan harus dengan sikap yang profesional.

"Kita tiru teman-teman kita yang Tionghoa itu. Ini kadang teman-teman, begitu hidup gede sedikit, sudah hidup lifestyle-nya gimana atau apa. Saya lebih tua dari Bapak/Ibu sekalian, jadi bolehlah kasih saran," tukas Luhut.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengaku para nahdliyin pengusaha tidak kalah dari penguasa nasional lainnya. Said ingin NU diajak bersama membangun perekonomian umat demi aspek keadilan.

"Kalau didukung, dipermudah, insyaallah pengusaha NU ini bisa langsung tancap gas," ucap Said pada kesempatan yang sama. (mkj/mkj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed