Gencar Berantas Maling Ikan di Laut RI, Ini Tantangan Susi

Gencar Berantas Maling Ikan di Laut RI, Ini Tantangan Susi

Muhammad Idris - detikFinance
Kamis, 06 Apr 2017 22:20 WIB
Gencar Berantas Maling Ikan di Laut RI, Ini Tantangan Susi
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dibereskan dalam upaya memberantas illegal fishing. Salah satunya memperbaiki birokrasi baik tingkat pusat maupun di daerah.

Lagkah ini perlu dilakukan karena masih ada aktivitas pencurian ikan oleh dibiarkan bebas karena kerja sama dengan oknum.

"Saya tahu masih ada banyak oknum yang masih bermain-main," kata Susi di Kompleks Kediaman Menteri, Widya Chandra, Jakarta, Kamis (6/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Cerita Susi Sempat Frustrasi Jadi Menteri KKP

Susi mencontohkan, masih mendapat laporan rumpon-rumpon ikan kawasan Indonesia Timur yang dibuat nelayan Filipina dibiarkan petugas di sana.

"Saya ditanya pas di Ambon, bagaimana bisa rumpon banyak di Seram dan Aru itu milik orang dari Filipina. Itu kan tandanya kapal mereka bisa keluar masuk ke sana. Karena ada oknum dari kementerian dan aparat lain yang membiarkan hal itu. Masih banyak korupsi dan kolusi," ujar Susi.

Kasus lainnya, lanjut dia, yakni masih ada laporan penggunaan nelayan Filipina oleh kapal-kapal di Bitung. Hal ini menurutnya sudah lama terjadi namun terjadi pembiaran.

Baca juga: Susi: Negara Lain Tiru RI Berantas Kapal Maling Ikan

"Pengusaha di sana lebih suka pakai orang Filipina buat jadi pemancing, sementara orang Bitung sendiri tidak dipekerjakan akhirnya jadi tukang pukul dan sebagainya. Yang digaji orang dari General Santos," tutur Susi. (idr/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads