Ical: Dibentuk Panitia Kerjasama Ekonomi Asia-Afrika
Kamis, 21 Apr 2005 16:38 WIB
Jakarta -
Guna meningkatkan kerjasama ekonomi khususnya di bidang perdagangan dan investasi akan dibentuk suatu panitia kerja bersama diantara pelaku usaha di negara Asia-Afrika.Hal ini disampaikan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie kepada wartawan dalam jumpa pers mengenai Asian-African Business Summit 2005 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (21/4/2005)."Besok seluruh pemimpin dari Asia-Afrika akan berjumpa dengan seluruh business leader di dua benua itu. Diharapkan akan terbentuk join declaration dari pelaku atau dunia usaha di Asia-Afrika," katanya.Dengan adanya panitia kerja ini diharapkan para pelaku usaha bisa memberikan masukan-masukan kepada pemerintah untuk meningkatkan perdagangan di Asia-Afrika.Langkah-langkah yang akan dilakukan menurut Aburizal adalah: Pertama, pemerintah Indonesia dengan negara Asia-Afrika lainnya akan saling membukan akses market baik itu barang, jasa maupun tenaga kerja. Kedua, pemerintah dan pelaku usaha meningkatkan investasi dan transaksi bisnis untuk mendukung perdagangan di Asia-Afrika.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan pembukaan mendoroang negara-negara Asia-Afrika untuk mempermudah akses lintas batas sehingga perdagangan di Asia-Afrika bisa lebih meningkat. Pemerintah negara Asia-Afrika hanya memberikan fasilitas selaku fasilitator dalam proses perdagangan."Sehingga yang melakukan itu semua adalah pelaku usaha mengingat pelaku usaha merupakan bagian dari masyarakat," jelas Aburizal menirukan arahan Presiden SBY.Indonesia kata Aburial dalam waktu dekat ini akan bekerjasama dengan Republik Rakyat Cina di bidang bisnis, sosial, pencegahan kejahatan transnasional, kerjasama di bidang teknologi khususnya militer serta pertahanan. Selain itu pemerintah Cina akan memberikan program bantuan (soft loans) untuk pengembangan berbagai sektor perekonomian disampinhg juga akan dilakukan penandatangan MoU mengenai kerjasama bisnis di bidang sumberdaya alam.Sementara menurut Ketua Kadin MS Hidayat, pertemuan kali ini dimanfaatkan sebagai ajang forum bisnis Asia-Afrika untuk mencari peluang dan kesempatan bisnis karena diantara negara Asia-Afrika mempunyai ikatan politis yang kuat."Dengan adanya forum ini negara-negara Asia-Afrika dituntut untuk mencari market baru. Hasil penandatangan join declaration akan disampaikan dalam konferensi Asia-Afrika," jelas MS Hidayat.
(san/)










































