Hal ini menyusul pembebasan lahan secara keseluruhan telah mencapai 100%. Dengan demikian, pengerjaan bisa terus dilakukan dengan asumsi kendala teknis seperti hujan bisa ditangani.
"Semarang-Solo ini targetnya 2018 ini tembus operasional. Itu target pertama. Karena tanah pembebasan sudah clear 100%. Jadi masih tetap kita pegang, targetnya 2018 semuanya tembus operasional," katanya saat ditemui di Jembatan Tuntang, Semarang, Jumat (7/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini pemerintah tengah fokus menyelesaikan seksi III yang menyambungkan Bawen dan Salatiga sepanjang 17,6 km, agar bisa dilalui oleh para pemudik pada Lebaran tahun ini. Seksi III sendiri merupakan kelanjutan dari seksi sebelumnya yaitu Seksi I Ruas Semarang-Ungaran (10,85 km) yang telah dioperasikan sejak 11 November 2011, dan Seksi II Ruas Ungaran-Bawen (11,9 km) yang telah dioperasikan sejak 4 April 2014.
Selanjutnya, seksi IV yang menyambungkan Salatiga-Boyolali sepanjang 24,47 km saat ini sedang dalam tahap konstruksi, begitu pula dengan seksi V dari Boyolali menuju Kartasura sepanjang 7,74 km. Dengan pembebasan lahan yang sudah 100% selesai, diharapkan, Semarang-Solo sepanjang 72,64 km bisa tersambung tol dengan status operasi penuh pada 2018 mendatang.
"Jadi Bawen-Salatiga sekarang ini kalau untuk mudik, itu statusnya fungsional. Tapi 2018, sampai Solo itu operasional," tukas Basuki.
Baca juga: Dibuka Fungsional, Tol Bawen-Salatiga Bisa Dilalui Mudik Lebaran
Ruas tol Semarang-Solo sebagai bagian dari tol Trans Jawa memiliki arti strategis bagi pengembangan jaringan jalan khususnya di Jawa Tengah dan juga bagi perkembangan jaringan jalan dalam skala regional. Jalan tol ini diharapkan mampu memperlancar jalur ekonomi di daerah-daerah yang dilaluinya. Seperti dari Ungaran yang merupakan daerah industri utama di Jawa Tengah. (hns/hns)











































