Faktor cuaca, yakni curah hujan yang tinggi membuat proses pengerukan terhambat sehingga sampai saat ini masih ada sekitar 200 ribu meter kubik lagi total gundukan tanah yang harus dikeruk agar ketinggian jalan tolnya menyamai standar grid jalan raya.
"Memang problem yang paling berat di ruas Bawen-Salatiga ini, di Tuntang ini, karena berhadapan dengan bukit-bukit yang memerlukan pemotongan, kemudian membawa tanah itu menuju tempat yang lain. Ada hampir 2 juta meter kubik yang harus dipindahkan," kata Presiden Joko Widodo saat meninjau di lokasi, Semarang, Sabtu (8/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya alat-alat kita maksimumkan, kemudian teknologi kalau ada yang bisa kita kembangkan, kita lakukan. Kita kerjalah untuk mengejar," tukasnya.
Seperti diketahui, seksi III dari ruas tol Semarang-Solo yang menyambungkan Bawen dan Salatiga sepanjang 17,6 km dipastikan bakal dibuka secara fungsional untuk mudik Lebaran tahun ini. Sebelumnya, seksi ini ditargetkan bisa dibuka beroperasi pada bulan Maret 2017 sehingga bisa digunakan secara operasional pada mudik Lebaran Juni ini. (hns/hns)











































