Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, penyelesaian pengembangan Bandara Silangit rampung paling cepat September 2017.
"Kami kebut September tahun ini, paling lambat Desember," kata Awaluddin kepada detikFinance, Tapanuli Utara, Sabtu (8/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pengembangan terminal, dari kapasitas penumpang yang semula hanya sekitar 15 ribu-20 ribu penumpang, nantinya menjadi 500 ribu penumpang per tahun.
"Kalau untuk terminal Mei 2017 selesai, karena sudah tinggal finalisasi saja," tambahnya.
Baca juga: Bandara Silangit di Sumut Jalani Pengembangan, Ini Progresnya
Pengembangan landasan pacu, mulai dari perpanjangan, pelebaran, dan pergeresan dari yang semula hanya sepanjang 2.250 meter, saat ini sudah menjadi 2.400 meter atau telah bertambah 150 meter. Sedangkan tahan selanjutnya, akan diperpanjang kembali sekitar 250 meter yang selesai pada September 2017 menjadi 2.650 meter dengan lebar 45 meter.
Sampai saat ini, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Wings Air dan Susi Air yang melakukan penerbangan langsung ke Bandara Silangit. Garuda Indonesia 1 penerbangan PP dari Jakarta, dan 1 penerbangan dari Medan.
Sedangkan Sriwijaya Air 2 penerbangan PP dari Jakarta. Wings Air dan Susi Air masing-masing 1 penerbangan PP dari Medan, Kualanamu.
Untuk investasi, kata Awaluddin, total dana yang dikeluarkan AP II sekitar Rp 369 miliar, yang dilakukan secara bertahap. Tahap pertama pengembangan terminal Dan perpanjang, pelebaran dan pengerasan, hingga perluasan apron sekitar Rp 189 miliar.
Tahap kedua, sekitar Rp 180 miliar untuk perpanjang, pengerasan dan pelebaran landasan pacu hingga sarana dan prasarana kebandarudaraan.
"Total investasi sekitar Rp 369 miliar," tandasnya. (hns/hns)











































