Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita, mengatakan pihaknya sudah meminta importir daging mulai merealisasikan Perizinan Impor (PI) pada bulan Mei dan Juni. Sementara untuk feedloter, sudah diminta memotong stok sapinya pada bulan yang sama sehingga proses penggemukan bisa direncanakan dengan baik dari sekarang.
Selain pengaturan waktu impor dan potong sapi, lanjut Ketut, Kementan meminta importir daging melakukan operasi pasar saat bulan puasa dan Lebaran di pasar-pasar tradisional. Kewajiban operasi pasar ini sesuai dengan pernyataan importir saat mengajukan rekomendasi impor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementan, Fini Murfiani, mengungkapkan importir daging telah menyanggupi beberapa hal yakni merealisasikan rencana pemasukan daging sesuai kesepakatan, melakukan operasi pasar daging dengan harga Rp 80.000/kg, dan melaporkan stok dan realisasi pemasukan, serta penjualan daging impor pada hari Kamis setiap minggunya sampai 30 Juni 2017.
Berdasarkan data Kementan, kebutuhan daging akan dipenuhi dari sapi siap potong dalam 3 bulan mendatang sebanyak 168.664 ekor yang setara dengan 33.560 ton daging. Kemudian penyediaan daging impor sebanyak 14.665 ton daging sapi, serta penyediaan daging kerbau sebanyak 44.800 ton. (idr/hns)










































