Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berjanji akan segera memberikan laporan atas rampungnya tol layang sepanjang 11,4 km itu ke Presiden Joko Widodo. Sehingga bisa segera diresmikan.
Menurutnya, jalan Tol Akses Tanjung Priok yang dimulai konstruksinya sejak 2008 itu sudah sangat dinantikan. Sebab jalan menuju Tanjung Priok saat ini sudah sangat padat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Jalan Tol Senilai Rp 5 T di Priok Siap Digunakan
Foto: Danang Sugianto |
Jalan Tol Akses Tanjung Priok ini dibangun dengan menghubungkan Jalan Tol JORR. Tol tersebut juga dapat langsung menghubungkan dengan tol dalam kota.
Tol Akses Tanjung Priok juga terdiri dari 5 seksi. Seksi E-1 Rorotan-Cilincing sepanjang 3,4 km, Seksi E-2 Cilincing-Jampea sepanjang 2,74 km, seksi E-2A Cilincing-Simpang Jampea sepanjang 1,92 km, seksi NS Link Yos Sudarsi-Simpang Jampea sepanjang 2,24 km dan seksi NS Direct Ramp sepanjang 1,1 km memakan biaya Rp 380 miliar.
Baca juga: Perjalanan Proyek Tol Priok yang Dirancang Sejak 17 Tahun Lalu
Nah, seksi NS Direct yang menjadi akses sambungan menuju tol dalam kota melalui Cawang. Sehingga seksi tersebut juga menghubungkan tol JORR.
Dengan begitu, diharapkan volume lalulintas dari arah Cawang menuju Pelabuhan Tanjung Priok akan terurai. Beban volume kendaraan dari arah Karawang, Bekasi maupun dari arah timur lainnya juga diyakini akan berkurang, sebab selama ini hanya bergantung pada jalan arteri.
Jalan arteri yang selama ini menjadi tumpuan masuknya kendaraan-kendaraan besar ke Pelabuhan Tanjung Priok. Kemacetan di jalan arteri diharapkan akan berkurang dengan adanya tol tersebut. (mkj/mkj)











































Foto: Danang Sugianto