Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Susanto, untuk airport city akan dibangun kawasan-kawasan yang terhubung dengan TOD (transit of development) di sepanjang jalur kereta api dan jalan tol.
Sementara untuk airport city untuk mendukung operasi maskapai, Bandara Adi Soemarmo yang mengalami perluasan besar sebagai hub, juga akan difungsikan sebagai pusat perawatan pesawat (MRO), dan tempat bermalam pesawat (RON).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diungkapkannya, setelah ditetapkannya Bandara Adi Soemarmo sebagai hub sejak September 2016 lalu, pertumbuhan jumlah penumpang di bandara ini meningkat tajam sampai mencapai angka 48 persen atau naik 2,1 juta penumpang.
Bahkan, lanjutnya, sejak tahun lalu hingga saat ini sudah ada setidaknya 25 hotel baru di sekitar Bandara Adi Seomarmo.
Selain itu, pengembangan kawasan ini akan semakin pesat dengan beroperasinya jalan tol Trans Jawa ruas Solo-Kertosono dan juga ruas Solo-Boyolali-Salatiga-Bawen.
"Jika itu terealisasi, akan terwujud kawasan bandara dan sekitarnya sebagai kota satelit yang kegiatannya akan merembet ke stasiun-stasiun kereta dimana TOD terbangun," pungkasnya. (idr/mkj)











































