Ditiadakannya pembayaran di GT Karang Tengah bertujuan untuk mengurai kepadatan Jalan Tol Jakarta-Tangerang karena simpul kepadatan di GT Karang Tengah dihilangkan, sehingga lalu lintas terdistribusi di beberapa titik.
"Sebelum ini dibuka, antrean ke belakang panjangnya bisa sampai 5 kilometer," kata Staf Humas Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wisnu, kepada detikFinance di lokasi, Senin (10/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Eduardo Simorangkir |
Berdasarkan pantauan detikFinance di lokasi, lalu lintas kendaraan yang melewati GT ini jauh lebih lancar dibanding saat GT ini masih belum terintegrasi atau dibuka. Sebelumnya, kepadatan di jalur ini, antreannya bisa mencapai 5 km.
Tampak di bagian atas GT yang dilalui, terpampang tulisan spanduk "Tidak Ada Transaksi, Jalan Terus". Namun sepertinya belum seluruh pengendara yang mengetahui kebijakan ini. Masih ada sejumlah mobil yang berhenti di gardu transaksi untuk melakukan pembayaran, meski telah ada tulisan "Jalan Terus".
Foto: Eduardo Simorangkir |
Adapun guna meningkatkan pelayanan transaksi tol, pada tanggal 9 April 2017, diterapkan 100% Gardu Tol Otomatis (GTO) untuk GT Karang Tengah Barat 1, GT Karang Tengah Barat 2, GT Kunciran 1 dan GT Kunciran 2. Untuk itu diimbau kepada pengguna jalan tol untuk dapat menggunakan e-Toll saat melakukan transaksi pembayaran tol.
Sedangkan guna mengantisipasi terjadinya kepadatan saat peralihan pengoperasian bertahap gerbang tol paska integrasi, PT Jasa Marga Tbk selaku operator, menyiapkan petugas di lapangan, yang mengarahkan lalu lintas keluar gerbang tol saat terjadi antrean panjang dan pemasangan rambu traffic cone agar tidak terjadi crossing lalu lintas keluar tol.
Foto: Eduardo Simorangkir |











































Foto: Eduardo Simorangkir
Foto: Eduardo Simorangkir
Foto: Eduardo Simorangkir