Karanganyar Ingin Jadi Gerbang Bandara Adi Soemarmo

Karanganyar Ingin Jadi Gerbang Bandara Adi Soemarmo

Bayu Ardi Isnanto - detikFinance
Senin, 10 Apr 2017 14:25 WIB
Karanganyar Ingin Jadi Gerbang Bandara Adi Soemarmo
Presiden Jokowi di lokasi proyek Bandara Adi Soemarmo. Foto: Abdul Haris Utiarahman/detikcom
Karanganyar - Bandara Adi Soemarmo sedang dirombak besar-besaran. Proyek ini akan dimanfaatkan oleh Kabupaten Karanganyar untuk jadi 'gerbang' bandara yang terletak di Kabupaten Boyolali itu.

Letak Colomadu memang terpisah dari pusat pemerintahan Kabupaten Karanganyar. Namun letaknya cukup strategis, karena berbatasan dengan Bandara Adi Soemarmo dan Kota Solo.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyatakan Colomadu ditempatkan sebagai kawasan modernisasi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Colomadu dapat tumbuh melalui bisnis barang dan jasa, wisata, dan industri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita mengambil momen pembangunan bandara untuk menumbuhkan perekonomian di Colomadu. Nantinya orang turun dari pesawat bisa jalan-jalan ke Colomadu," katanya, Senin (10/4/2017).

Seperti diketahui, pemerintah tengah membangun jalur kereta yang menghubungkan Bandara Adi Soemarmo dengan Stasiun Balapan Solo dan Stasiun Maguwoharjo di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Bandara Adi Soemarmo juga akan diperluas.

Eks-Pabrik Gula (PG) Colomadu menjadi titik sentral pembangunan Kecamatan Colomadu. PG yang berdiri sejak zaman Mangkunegara IV itu akan direvitalisasi.

"Mesin-mesin di situ tetap kita jaga karena cagar budaya. Akan kita perbaiki karena daya tariknya di situ. Nanti kan bisa untuk shooting, konser," ujarnya.

Kawasan sekitar PG Colomadu, lanjutnya, mulai tahun ini akan dibangun bangunan-bangunan pendukung seperti convention hall, apartemen, mal, hingga fasilitas kesehatan.

Pembangunan akan melibatkan enam BUMN, yaitu PT Angkasa Pura, PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Jasa Marga, Taman Wisata Candi Borobudur, PT Pembangunan Perumahan (PP), PTPN IX. Pemkab Karanganyar dan swasta turut berkontribusi dalam pengembangan kawasan itu.

"Tahun ini harapannya sudah ada aula besar (hall), serbaguna. Misalnya untuk menghadirkan event berskala nasional bahkan internasional. Sedangkan bangunan lainnya menyusul. Kita masterplan-nya sudah ada, butuh sekitar Rp 50-100 triliun," ungkapnya. (mcs/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads