Diperkirakan sekitar 300 delegasi dari 78 negara akan hadir dalam pertemuan, di mana mayoritas adalah investor. Sri Mulyani inginkan para investor bisa melihat Indonesia secara luar maupun lebih dalam.
"Ini akan jadi kesempatan bagi Indonesia untuk menawarkan proyek infrastruktur untuk tempat investasi," ungkap Sri Mulyani, dalam konferensi pers di Bali Internasional Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Selasa malam (11/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia adalah pasar yang sangat besar. Situasi makro ekonomi yang berjalan stabil dan terjaga meskipun banyak gejolak eksternal yang terjadi dan memberikan pengaruh," paparnya.
Terdapat 225 proyek infrastruktur yang ditetapkan sebagai prioritas nasional dan terbuka untuk infrastruktur. Termasuk 1 paket program pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW. Nominal investasi yang dibutuhkan adalah Rp 4.900 triliun dalam lima tahun.
"Ada banyak proyek infrastruktur di Indonesia, mulai dari pembangunan jalan tol, jalur kereta api, pelabuhan, bandar udara (bandara), irigasi hingga waduk. Kita sampaikan opsi ini kepada SWF (sovereign wealth fund)," tegas Sri Mulyani. (mkj/wdl)











































