Arroyo: Kenaikan Harga Minyak Bisa Tingkatkan Terorisme

Arroyo: Kenaikan Harga Minyak Bisa Tingkatkan Terorisme

- detikFinance
Jumat, 22 Apr 2005 14:39 WIB
Jakarta - Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo menyampaikan keprihatinannya atas dampak kenaikan harga minyak dunia. Sebab hal ini dapat menambah angka kemiskinan dan memperjauh kesenjangan negara miskin dan kaya."Yang yang kemudian berujung menjadi kombinasi mematikan dalam peningkatan terorisme global," tandas Arroyo saat berpidato dalam Asian-African Bussines Summit 2005 di Hotel Mulia, Jl Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Jumat (22/4/2005). Acara ini satu rangkaian dengan KAA.Menurut Arroyo, kenaikan harga minyak potensial menghentikan perluasan ekonomi. Dan kita semua tahu, negara miskin yang paling terkena dampaknya yang berakibat pada kenaikan harga makanan, energi dan transportasi. Karena itulah, kata Arroyo, kita harus melakukan segala cara untuk menerjangnya dengan melindungi pertumbuhan ekonomi saat meminimalisir dampak kenaikan harga minyak.Arroyo yang mengenakan terusan blazer putih dengan bros kupu-kupu juga menambahkan, dalam beberapa hari ini harga minyak melunak. Namun trendnya dapat lebih buruk pada level yang dapat menghentikan pertumbuhan ekonomi atau bahkan memicu resesi global.Impor minyak oleh negara-negara Asia Afrika merupakan kemampuan dalam menghadapi kompetisi global yang mencegah kita dalam mengejar program pertumbuhan ekomomi yang bergerak cepat. Yang terlihat justru adanya penurunan ekonomi yang menghambat kemampuan untuk menyediakan program sosial kepada sektor marjinal."Dalam kesempatan ini saya akan berbagi untuk mendorong peningkatan stabilitas harga minyak," kata presiden mungil ini. "Saya katakan pada pemimpin dunia termasuk negara-negara Asia Afrika yang merupakan pengekspor minyak, untuk menawarkan solusi yang dapat berpengaruh terhadap kondisi naik turunnya harga minyak. Karena kebanyakan pemintaan minyak dan pemasok minyak berasal dari negara Asia Afrika, penting bagi kita untuk meningkatkan kerjasama Asia Afrika saat ini," demikian Arroyo. (nrl/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads