Direktur Operasi dan Teknik Railink, Porwanto Handry Nugroho, mengungkapkan jenis kereta yang akan dipakai merupakan kereta listrik, bukan kereta bermesin diesel sebagaimana Kereta Bandara Kualanamu.
"Seperti KRL, tapi bukan KRL. Pakai listrik, yang membedakan dengan KRL tempat duduknya saja," jelas Porwanto, ditemui di Jakarta Railway Centre, Juanda, Jakarta, Selasa (11/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Railink, yang merupakan anak usaha dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Angkasa Pura II ini, memesan 10 unit kereta api, dengan jumlah 6 gerbong untuk setiap rangkaiannya.
"Itu yang buat INKA, kerja sama dengan Bombardier. Dari 10 train (kereta) itu sebanyak 4 train datang di akhir Juni untuk diuji coba," ungkap Porwanto.
Kecepatan rangkaian kereta bandara bertenaga listrik ini mencapai 100 kilometer (km) per jam. Namun untuk operasinya, kecepatan lajunya akan mengikuti aturan yang ditetapkan KAI, lantaran jalurnya juga menggunakan rel KRL Commuter Line.
"Untuk kecepatan kereta bisa 100 km/jam. Kecepatan operasinya nanti mengikuti aturan PT KAI, sesuai dengan kondisi prasarananya," pungkas Porwanto. (idr/wdl)











































