Singapura:
Ekonomi RI Akan Segera Pulih
Jumat, 22 Apr 2005 18:18 WIB
Jakarta - Pemerintah Singapura menilai kondisi investasi dan perekonomian Indonesia akan segera pulih, terutama bila Indonesia lebih membuka diri dengan seluruh negara di dunia.Hal tersebut diungkapkan oleh Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong saat melakukan dialog di acara Asian African Bussiness Summit 2005 di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (22/4/2005).Lee yakin, bila pemerintah Indonesia dapat memperbaiki masalah keamanan, komunikasi, dan transportasi, jalinan bisnis dengan negara lain akan terbuka lebar."Memperbaiki lalu lintas arus pelayaran kargo, juga menambah daya saing Indonesia terhadap negara lain. Sama halnya dengan membuka jalur penerbangan lebih banyak seperti yang dilakukan Singapore Airlines (SIA). Garuda bisa melakukan itu meski butuh waktu," tutur Lee.Terlebih lagi, potensi Indonesia sangat besar karena dikenal mempunyai sumber daya alam yang banyak, serta koneksi yang baik dengan dunia perdagangan internasional. "Penduduk Indonesia yang berjumlah 500 juta orang juga tidak terlalu jauh potensinya dengan pasar yang sedang berkembang, yaitu India dan Cina," tambahnya.Lee mengakui, masih ada beberapa hal yang perlu dikembangkan pemerintah Indonesia. Antara lain infrastruktur terutama di luar kota-kota besar, pengaturan upah minimum tenaga kerja, serta UU Perburuhan yang masih sangat kompleks dan dinilai tidak kondusif bagi iklim perusahaan. "Saya dengar di sini cukup dengan 50 buruh sudah bisa membentuk serikat buruh. Jika 1 pabrik ada 1000 buruh berarti harus berhadapan dengan 20 serikat buruh. Ini jelas sangat memusingkan untuk negosiasi," tukas Lee.
(ast/)











































