Pembangunan Kereta Cepat JKT-BDG Masih Terganjal Masalah Teknis

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 11 Apr 2017 21:28 WIB
Foto: Muhammad Idris
Jakarta - Pemerintah masih lamban dalam merealisasikan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang memiliki panjang sekitar 142 kilometer (km).

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Komplek Istana, Jakarta, Selasa (11/4/2017).

"Kita masih dalami lagi terkait teknis. Karena menteri Basuki (Menteri PUPR Basuki Hadimuljono) menyampaikan tadi pergerakan tanah yang banyak itu perlu juga teknologi yang baik dari China sehingga apabila terjadi gerakan tanah tidak terjadi cost overrun (pembengkakan biaya) yang tinggi karena keterlambatan pembangunannya," kata Luhut.

Menurut Luhut, dengan masih ada kendala teknis seperti pergeseran lahan tanah yang nantinya menjadi lokasi konstruksi kereta cepat, maka kajian terkait proyek ini harus di dalami lebih lanjut.

"Sekarang China kurang punya pengalaman di situ, kita harus mereka dapat sertifikasi dari lembaga gempa apa itu di PUPR," tambahnya.

Oleh karena itu, kata Luhut, perlu dilakukan lagi kajian teknis serta penghitungan ulang total investasi pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Makanya kami hitung ulang lagi, mengenai cost overrun ini karena sekarang kita lihat jalan-jalan kereta api, jembatannya yang dibuat belanda dulu sekarang banyak yang diperbaiki. Lalu jalan jembatan kita yang Jakarta-Bandung juga sekarang bergerak strukturnya karena pergerakan tanah," tukasnya. (dna/dna)