Sri Mulyani Ingin 'Gudang Raksasa' RI Jadi Hub Asia Pasifik

Sri Mulyani Ingin 'Gudang Raksasa' RI Jadi Hub Asia Pasifik

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 12 Apr 2017 16:43 WIB
Sri Mulyani Ingin Gudang Raksasa RI Jadi Hub Asia Pasifik
Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah memberikan arahan sekaligus pekerjaan rumah (PR) kepada Perkumpulan Pusat Logistik Berikat Indonesia (PPLBI) yang baru merayakan ulang tahun yang pertamanya.

Pusat Logistik Berikat (PLB) alias gudang raksasa telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2016, di mana orang nomor satu di Indonesia itu meresmikan 11 PLB yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kehadiran Sri Mulyani sejatinya untuk memberikan arahan kepada PPLBI selaku organisasi para pelaku usaha PLB di Indonesia. Hanya saja, bukan arahan yang diberikan, melainkan PR sebagai hadiah ulang tahun pertamanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebutkan, PR yang pertama harus dikerjakan PPLBI adalah upaya untuk menjadikan PLB Indonesia sebagai hub Asia Pasifik.

"Nah, ini saya berikan PR kepada Anda semua, kalau ingin jadi hub Asia Pasifik itu definisinya apa, tempat lain yang mengklaim jadi hub Asia Pasifik itu siapa, Singapura? Hongkong? Saya mau tahu kriterianya seperti apa, volume, model bisnis, kecepatan, infrastruktur, coba bikin semua listnya. Jadi, saya ingin melihat semua list mimpi Anda," kata Sri Mulyani di Kantor Ditjen Bea dan Cukai, Jakarta, Rabu (12/4/2017).

Selanjutnya, kata Sri Mulyani, dia ingin mengukur apa saja yang sudah dicapai oleh PLB Indonesia selama satu tahun beroperasi. Sebab, kinerja dalam satu tahun masih belum dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian.

"Saya ingin tantang anda semua, coba lihat data ekspor impor Indonesia, ekspor impor raw material dan barang modal yang selama ini diimpor dari luar. Saya mau tanya pada PPLBI ini, tahun depan, targetnya berapa dan komoditas apa saja yang akan masuk ke Indonesia, berapa volume dan perusahaannya apa saja? Saya mau yang rinci. Kalau sekarang Indonesia pertumbuhan ekonominya sekitar 5%, dengan konsumsi dan investasi yang ingin kita picu, investasi bisa 6-8 atau bahkan 10%, itu bagaimana dampaknya ke target PLB di tahun depan? Setiap tahun mau tumbuh berapa? Harus ada targetnya," tambahnya.

Ketiga, kata Sri Mulyani, jika Indonesia ingin mengurangi ketimpangan dan tidak terkonsentrasi di Pulau Jawa, yang intinya supply chain merata di seluruh Indonesia. Sehingga, PLB harus berdiri di seluruh wilayah Indonesia.

"Kalau kita ini meluaskan dan mengembangkan daerah perbatasan, itu tentu bagus karena perbatasan itu bukan daerah tertinggal sedangkan daerah yang maju hanya di pusat kota. Itu tidak boleh gitu. Itu mungkin enggak? Kalau mungkin, apa yang harus kita lakukan?," jelasnya.

Sedangkan PR yang terakhir, kepada seluruh anggota PPLBI ke depannya akan memiliki program seperti apa. Jika Indonesia memiliki program ketahanan pangan, sektor e-commerce yang maju, maka industri apa yang harus memiliki PLB dan bagaimana skema pendiriannya.

"Saya dengar tadi kapas, kenapa enggak kakao, karet dan lainnya. Kita punya beberapa mining company, itu kira-kira kebuthan PLB-nya seperti apa? Sekarang kita bangun infrastruktur banyak, pemerintah galakkan juga perumahan, nah bagaimana dengan sektor konstruksi, bagaimana PLB konstruksi?," kata dia.

Menurut Mantan Direktur Bank Dunia ini, arahan pada perayaan ulang tahun PLB Indonesia yang memiliki cita-cita sebagai hub Asia Pasifik, harus mampu merealisasikan keempat PR yang telah diberikan.

"Jadi, tolong dilihat 4 PR dari saya sebagai hadiah untuk ulang tahun PLB ini. Salahnya undang saya, makanya saya kasih hadiah PR," tukasnya. (mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads