Adapun total dana yang dibutuhkan adalah Rp 27 triliun. Dana ini terdiri dari Rp 23,3 triliun untuk pra sarana (pembangunan jalur kereta api), dan Rp 4 triliun untuk sarana seperti rolling stock atau rangkaian kereta.
PT KAI sendiri akan menjadi investor dalam proyek ini, sedangkan Adhi Karya bertindak sebagai kontraktor. Selain kontraktor, Adhi juga akan berinvestasi untuk pembangunan depo LRT sebesar Rp 1,4 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Skema pendanaannya adalah Rp 9 triliun melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) yang masing-masing diberikan kepada Adhi Karya sebesar Rp 1,4 triliun dan PT KAI sebesar Rp 7,6 triliun. Dan sisanya Rp 18 triliun melalui pinjaman bank. Setidaknya ada 4 bank yang akan dilakukan pinjaman, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI dan Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Dengan rampungnya detil pembiayaan ini, maka dipastikan proyek ini tetap ditarget selesai dan beroperasi pada tahun 2019 mendatang.
"Mei 2019 tetap harus sudah operasi," kata Dirut Adhi Karya, Budi Harto di lokasi yang sama. (dna/dna)











































